Jakarta (KABARIN) - Selama bulan Ramadhan, layanan ambulans di Jakarta dipastikan tetap siaga penuh 24 jam. Jadi kalau kamu atau orang terdekat butuh bantuan medis darurat saat sahur, berbuka, atau tengah malam sekalipun, petugas tetap standby.
Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta menyiagakan ambulans dan personel di berbagai titik ibu kota.
"Kami memiliki kurang lebih sekitar 80 titik posko untuk unit ambulans. Jadi, titik-titik kami tersebar di banyak lokasi di DKI Jakarta, dan petugas memang 24 jam bersiaga," kata Kepala Unit PK3D Sulung Mulia Putra dalam siniar bertema “PK3D: Peran PK3D Jaga Jakarta Tetap Tangguh di Bulan Ramadhan” di Jakarta, Jumat.
Tak cuma ambulans, puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta juga tetap beroperasi 24 jam. Artinya, kalau ada kondisi kesehatan mendadak, warga bisa langsung mendapatkan penanganan tanpa harus menunggu.
Sulung menjelaskan, warga yang membutuhkan layanan ambulans bisa menghubungi nomor 112 atau 119. Selain itu, kamu juga bisa mengakses layanan lewat aplikasi JakCare, JakSehat, atau JAKI. Total ada 98 unit ambulans yang siap melayani warga Jakarta secara gratis.
Nantinya, ambulans akan langsung menjemput pasien di lokasi. Di lapangan, perawat akan memeriksa kondisi pasien dan menentukan tingkat kegawatdaruratannya.
"Jadi, sudah terintegrasi. Saat pasien ditangani, membutuhkan rujukan, kami masukkan ke sistem rumah sakit atau puskesmas yang dituju. Itu sudah mengetahui bahwa pasien akan datang dan sudah approved (setuju) untuk hadir," ujar Sulung.
Menariknya, selama Ramadhan tidak ada lonjakan signifikan laporan kondisi darurat. Bahkan, secara umum kunjungan ke puskesmas dan RSUD justru cenderung menurun.
"Mungkin masyarakat memang lebih menahan diri saat puasa, atau sebelum puasa mereka sudah mempersiapkan kondisi kesehatannya, obatnya dilebihkan agar selama bulan puasa, bulan Ramadhan, mereka lebih siap," tutur Sulung.
Meski begitu, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat waktu berbuka puasa. Momen ini biasanya diiringi kepadatan lalu lintas yang bisa meningkatkan risiko kecelakaan.
"Biasanya, di pagi-pagi itu sahur, enggak ada biasanya (laporan kegawatdaruratan). Tetapi kami tetap siaga. Di saat buka puasa, lalu lintas mungkin lebih padat di masa Ramadhan, kami juga banyak siaga di situ," ungkap Sulung.
Dengan sistem yang sudah terintegrasi dan puluhan unit ambulans yang tersebar di berbagai titik, layanan darurat di Jakarta dipastikan tetap berjalan maksimal selama Ramadhan. Jadi, kamu bisa menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang karena layanan kesehatan tetap siap kapan pun dibutuhkan.
Sumber: ANTARA