Banjar, Kalsel (KABARIN) - Pemerintah memastikan kehadiran negara bagi warga yang terdampak bencana banjir. Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menegaskan bahwa rumah warga yang rusak akibat banjir akan mendapatkan bantuan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan Mensos saat meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Minggu. Kunjungan tersebut disambut Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea, serta jajaran instansi terkait.
Dalam peninjauan itu, Saifullah Yusuf menyusuri kawasan terdampak menggunakan perahu, didampingi relawan dan aparat keamanan. Banjir yang merendam permukiman warga memiliki ketinggian air bervariasi, mulai dari selutut hingga sepaha orang dewasa.
Mensos memastikan penyiapan dan penyaluran makanan bagi pengungsi berjalan dengan baik, higienis, dan tepat waktu. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang cepat dan merata, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu menyusui, dan bayi.
Pada kesempatan tersebut, bantuan sembako disalurkan kepada lebih dari 1.000 warga terdampak banjir. Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
“Setiap bencana, kami menyiapkan logistik mulai dari makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, hingga kebutuhan lainnya agar kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.
Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, pemerintah juga menyalurkan santunan bagi korban bencana. Ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat memperoleh Rp5 juta.
Selain itu, pemerintah melalui BNPB menyalurkan bantuan rekonstruksi rumah untuk kategori rusak berat, sedang, dan ringan.
Untuk warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyediakan hunian sementara (Huntara). Setiap keluarga akan menerima bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta (satu kali), serta bantuan pembelian lauk-pauk sebesar Rp450 ribu per orang selama tiga bulan.
Tak hanya itu, terdapat pula bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga yang diberikan satu kali setelah warga menempati hunian sementara atau hunian tetap.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Menteri Sosial di tengah warga terdampak. Ia menyebutkan sekitar 1.400 jiwa di wilayah Sungai Tabuk terdampak banjir dan telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial.
“Semoga dengan kehadiran beliau, permasalahan warga dapat segera teratasi,” katanya.
Sumber: ANTARA