Indonesia dan India Dinilai Punya Kedekatan Peradaban yang Kuat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai bahwa Indonesia dan India memiliki kedekatan peradaban yang kuat.

“Kami ingin menjadikan Prambanan sebagai salah satu jembatan penting dalam memperkuat hubungan pariwisata budaya dan spiritual antara Indonesia dan India. Bersama Bali, Prambanan memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan wisatawan India,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Pada kunjungan kerjanya untuk mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7), Widiyanti mengatakan jejak hubungan kedua bangsa tercermin dalam seni, bahasa, sastra, arsitektur, tradisi spiritual, hingga kisah-kisah besar seperti Ramayana dan Mahabharata.

Candi Prambanan juga merupakan salah satu simbol kedekatan peradaban Indonesia dan India.

Kompleks candi Hindu tersebut tidak hanya menghadirkan warisan arsitektur dan spiritualitas, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai-nilai peradaban India diterima, diolah, dan diperkaya menjadi ekspresi kebudayaan yang khas Indonesia.

Widiyanti juga menilai adanya kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia, khususnya agenda kunjungan ke Candi Prambanan, Yogyakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Indonesia dan India melalui budaya, spiritualitas, dan pariwisata.

“Kami melihat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Prambanan sebagai momentum yang sangat penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact antara Indonesia dan India. Hubungan kedua negara bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan peradaban yang telah terbangun sejak lama,” katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal India dari Januari hingga Mei 2026 sebesar 298.450 kunjungan, meningkat (+0.40 persen) dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Kunjungan wisatawan India juga menunjukkan tren positif selama periode 2023 hingga 2025, yaitu bertumbuh dari 606.439 di tahun 2023 menjadi 734.490 di tahun 2025.

Hubungan pariwisata kedua negara diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pengalaman wisata, penguatan kedekatan budaya, serta interaksi antarmasyarakat yang semakin erat.

Widiyanti berharap kunjungan Perdana Menteri Modi dapat semakin meningkatkan eksposur pariwisata Indonesia, khususnya Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka