Jakarta (KABARIN) - Iga Swiatek menegaskan dirinya gak mau menambah beban di musim 2026 dengan mengejar target besar seperti kembali ke peringkat satu dunia atau menuntaskan Career Slam. Bagi petenis asal Polandia itu, fokus pada proses dan permainan sendiri jauh lebih penting.
Saat ini, Swiatek berada di posisi No.2 peringkat WTA, tepat di bawah Aryna Sabalenka. Ia sudah mengoleksi empat gelar Roland Garros serta masing-masing satu gelar Wimbledon dan US Open. Artinya, Swiatek hanya butuh gelar Australian Open untuk melengkapi Career Slam. Meski begitu, ia memilih untuk tidak menjadikan hal tersebut sebagai tekanan.
“Saya hanya fokus pada proses saya sendiri,” kata Swiatek, dikutip dari WTA, Senin.
“Kedua hal ini sulit dicapai dan merupakan tujuan besar. Masih ada jalan panjang untuk sampai ke sana. Di Grand Slam, Anda harus benar-benar bermain bagus selama dua minggu, tidak mengalami hari-hari buruk, dan konsisten.”
Ia juga mengakui bahwa merebut kembali posisi puncak ranking bukan perkara mudah, apalagi melihat konsistensi Sabalenka dalam beberapa tahun terakhir.
“Meraih peringkat No. 1 juga sulit, terutama ketika Aryna telah bermain bagus selama beberapa tahun terakhir,” ujar petenis berusia 24 tahun itu.
Menurut Swiatek, cara terbaik saat ini adalah tetap fokus pada diri sendiri tanpa harus menentukan mana target yang paling utama.
“Sejujurnya, saya hanya akan fokus pada diri saya sendiri, karena itu satu-satunya jalan. Saya tidak perlu memilih mana yang lebih penting, mana yang menjadi prioritas. Saya masih muda. Saya punya banyak waktu untuk melakukan berbagai hal dan mencapai berbagai tujuan dalam karir saya.”
Swiatek juga mengaku belajar dari pengalaman masa lalu, terutama pada 2023, ketika ia merasa terlalu terburu-buru memikirkan satu musim penuh sejak awal tahun.
“Saya pikir mentalitas saya di awal tahun biasanya hampir sama,” kata Swiatek.
“Satu-satunya perbedaan mungkin pada tahun 2023 ketika saya melakukan kesalahan dengan memikirkan seluruh musim sejak awal. Itu sama sekali tidak masuk akal.”
Kini, juara enam kali Grand Slam dengan total 25 gelar WTA itu memilih pendekatan yang lebih sederhana dan realistis.
“Sekarang saya benar-benar memikirkannya seperti tahun lalu, seperti pada tahun 2024, hanya memikirkan satu rangkaian turnamen, hanya turnamen di Australia. Kemudian setelah saya selesai dengan itu, saya akan memikirkan yang berikutnya,” ujarnya.
Fokus Swiatek saat ini tertuju pada United Cup. Ia punya kenangan manis di ajang tersebut setelah membawa Polandia ke final musim lalu, meski akhirnya harus kalah dari Amerika Serikat. Menurutnya, United Cup cocok sebagai pemanasan menuju Australian Open karena formatnya yang berbeda.
“Bermain di United Cup, saya akan selalu menginginkannya karena suasananya sangat berbeda. Kita memiliki begitu banyak turnamen biasa di tur sehingga jujur saja terkadang membosankan,” kata Swiatek, yang tergabung di Grup F dan akan menghadapi Eva Lys dari Jerman serta Suzan Lamens dari Belanda.
“Bermain di ajang beregu dan memiliki energi yang berbeda, mampu memiliki tim dan berbicara dengan orang-orang yang berbeda dari yang kita lakukan di tur, saya pikir itu luar biasa. Ini benar-benar menyegarkan. Saya akan selalu memilih United Cup.”
Sumber: ANTARA