Pemain Kanada Puji John Herdman sebagai Pelatih Penuh Taktik

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Jonathan David, striker timnas Kanada, menyanjung mantan pelatihnya yang kini menukangi Timnas Indonesia, John Herdman, sebagai pelatih yang kaya strategi dan fleksibel.

“Ia selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik yang berbeda untuk setiap pertandingan,” kata David, pencetak 37 gol untuk Kanada yang kini membela Juventus, dikutip dari keterangan resmi PSSI, Senin.

Herdman memang dikenal bukan tipe pelatih yang terpaku pada satu gaya. Saat menangani timnas Kanada, ia menjadikan timnya adaptif layaknya “bunglon” dengan strategi yang bisa berubah sesuai lawan. Formasi pun bervariasi mulai dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan berubah di tengah pertandingan.

“Kami senantiasa mencoba memahami struktur dan adaptasi seperti apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar untuk lawan,” ujar Herdman.

“Banyak pelatih mengatakan sulit mempersiapkan taktik melawan Kanada, karena kami seperti bunglon: satu pertandingan bermain 3-4-3, pertandingan berikutnya 5-3-2, lalu berikutnya 4-4-2 box,” tambahnya.

Brandon Liss, analis Toronto FC, menyebut Herdman mampu membuat tim bermain bervariasi dari penguasaan bola sampai serangan balik sabar. Herdman memulai semuanya dengan memahami pemain, berbicara dengan puluhan pemain untuk membangun kepercayaan, rasa aman, dan kultur kerja kolektif. Setelah itu ia mengembangkan fleksibilitas taktik yang membuat lawan sulit membaca permainan Kanada.

Pendekatan ini terbukti saat Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen. Herdman juga membentuk tim dengan staf khusus untuk menjaga budaya dan kesehatan mental pemain.

Pengalaman menghadapi tim Asia saat memimpin Kanada U-23 dan senior jadi modal penting bagi Herdman di Timnas Indonesia. Formasi fleksibel yang pernah diterapkan di Jepang, Qatar, Bahrain, dan Jepang kembali menunjukkan kemampuan Herdman menyesuaikan strategi sesuai karakter lawan.

Karakter permainan pemain Indonesia yang cepat, agresif, dan lincah dinilai cocok dengan gaya Herdman, memberi peluang besar untuk mengeksplorasi berbagai skema.

“Dia sangat mahir dalam membangun chemistry tim dan rendah hati. Ada banyak pelatih yang tampak ingin terlihat lebih besar daripada timnya, tetapi ia selalu memberikan penghargaan kepada pemain dan mempersiapkan dengan sangat detail untuk setiap pertandingan,” kata pemain Portland itu.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka