Rupiah Melemah Usai Data Lapangan Kerja AS Tampil Lebih Kuat dari Prediksi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah ditutup melemah di perdagangan Jumat di Jakarta, turun 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.819 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena data ketenagakerjaan di Amerika Serikat lebih baik dari perkiraan, sehingga dolar AS kembali menguat.

“Rupiah masih melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Laporan dari Challenger, Gray & Christmas mencatat pemutusan hubungan kerja turun 8,3 persen secara tahunan pada Desember 2025 menjadi 35.553, level terendah sejak Juli 2024.

Sementara itu, klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 naik menjadi 208 ribu dari 200 ribu sebelumnya, namun masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 212 ribu.

Departemen Tenaga Kerja AS juga merilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) November 2025 yang menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 7,14 juta dari 7,44 juta pada Oktober.

Data perubahan ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) memperlihatkan penggajian swasta meningkat 41 ribu pada Desember, sedikit di bawah perkiraan 47 ribu, tetapi jelas lebih tinggi dibandingkan kehilangan pekerjaan 29 ribu pada November.

Ariston menambahkan, pelemahan rupiah sebelumnya juga terdorong oleh dampak bencana di Sumatera dan stimulus fiskal serta moneter yang belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, pelemahan rupiah sedikit tertahan oleh laporan Bank Indonesia yang menunjukkan keyakinan konsumen tetap kuat pada Desember 2025. Hasil Survei Konsumen BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level optimis 123,5.

“Kalau lihat bulannya adalah Desember, indeks kepercayaan konsumen lebih baik karena peningkatan konsumsi jelang akhir tahun,” kata Ariston.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke Rp16.834 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.801 per dolar AS.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka