Beijing (KABARIN) - China menyiapkan strategi baru untuk 2026 dengan fokus mendorong konsumsi masyarakat sekaligus memperluas keterbukaan ekonomi, hasil dari konferensi kerja perdagangan nasional yang berlangsung dua hari hingga Minggu (11/1).
Pemerintah bakal gencar mendorong belanja, membangun merek “Belanja di China” lewat pengembangan sektor jasa baru, dan mempermudah program tukar tambah barang konsumsi.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada konsumsi digital, produk ramah lingkungan, dan gaya hidup sehat, termasuk menggarap potensi pasar yang sedang berkembang di seluruh negeri.
Di sektor perdagangan, China akan meningkatkan ekspor barang, memperluas perdagangan jasa, dan mempromosikan perdagangan digital serta ramah lingkungan melalui merek “Ekspor ke China”.
Untuk menarik lebih banyak investasi asing, negeri Tirai Bambu ini bakal membuka lebih luas sektor jasa, memperkuat promosi investasi, dan menyempurnakan layanan bagi perusahaan asing lewat program “Investasi di China”.
Langkah lainnya adalah menyesuaikan diri dengan standar perdagangan internasional, memperluas zona perdagangan bebas, mengembangkan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan, dan menyelenggarakan pameran utama secara optimal.
China juga bakal lebih fokus mengatur investasi lintas negara, memperkuat rantai pasok industri, memperluas jaringan layanan global, memperdalam kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra, serta meningkatkan manajemen risiko.
Sumber: Xinhua