Moskow (KABARIN) - Sejumlah diplomat Uni Eropa menilai kecil kemungkinan Amerika Serikat benar benar menempuh jalur militer untuk mengambil alih Greenland. Penilaian ini mencuat dalam laporan Politico yang mengutip sumber diplomat Uni Eropa yang memilih tidak disebutkan namanya.
Meski meragukan penggunaan kekuatan bersenjata, para diplomat tersebut meyakini Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap bisa memperoleh keuntungan tertentu dari tekanan politik yang ia lontarkan. Mereka menilai pendekatan keras Trump lebih diarahkan untuk mendapatkan konsesi dibandingkan memicu konflik terbuka.
Pandangan serupa juga datang dari lingkungan NATO. Seorang diplomat aliansi pertahanan itu menyebut bahwa serangan militer AS ke Greenland justru akan menjadi pukulan telak bagi NATO sendiri dan berpotensi mengakhiri eksistensi aliansi tersebut.
Laporan itu menegaskan bahwa jika Amerika Serikat benar benar melakukan serangan terbuka ke Greenland, peristiwa tersebut akan menjadi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan internasional modern.
Sebelumnya, Trump beberapa kali menyampaikan keinginannya agar Greenland masuk ke dalam wilayah Amerika Serikat. Ia beralasan pulau tersebut memiliki nilai strategis penting bagi keamanan nasional dan pertahanan apa yang ia sebut sebagai dunia bebas, terutama dalam menghadapi pengaruh China dan Rusia.
Namun, pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland secara tegas menolak wacana tersebut. Keduanya mengingatkan Washington agar menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah yang selama ini menjadi kesepakatan bersama.
Sebagai catatan, Greenland sempat berstatus koloni Denmark hingga tahun 1953. Pulau terbesar di dunia itu kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Denmark dan memperoleh status otonomi pada 2009, yang memberi kewenangan luas bagi Greenland untuk mengatur urusan domestiknya sendiri.
Sumber: SPU