Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, bisa rampung sebelum akhir September 2026.
“Sekarang ini, kita prioritaskan yang ada di tempat ini (Rasuna Said). Mudah-mudahan, September selesai,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu.
Dia menambahkan, jika proses pembongkaran dan penataan jalan di Rasuna Said berjalan lancar, Pemprov DKI akan melanjutkan pembongkaran tiang serupa di kawasan Senayan. Namun, tidak semua tiang di Senayan akan dibongkar karena sebagian akan dipertahankan untuk reklame dan videotron.
“Di Senayan, memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya untuk reklame. Jadi, harus dimanfaatkan,” jelas Pramono.
Pembongkaran tiang di Rasuna Said sendiri resmi dimulai pada Rabu pagi pukul 09.15 WIB dan dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan estimasi anggaran sekitar Rp254 juta.
Selain tiang monorel, Pemprov DKI juga berencana menata kawasan ini dengan membuat taman, pedestrian, serta selokan, yang diperkirakan menelan anggaran Rp102 miliar.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Semuanya akan ditata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ujar Pramono.
Proses pembongkaran dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas, dan Pemprov memastikan jalan tidak akan ditutup selama pengerjaan.
“Mudah-mudahan, saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,” ungkap Pramono.
Pramono berharap pembongkaran tiang monorel ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tapi juga membuat kawasan Jalan HR Rasuna Said lebih indah dan nyaman bagi warga.
Sumber: ANTARA