Oto

Mitsubishi Siap Rilis Mobil Listrik 300 kW Kolaborasi Foxtron di 2026

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Mitsubishi diwartakan telah mengonfirmasi rencana untuk memperkenalkan mobil listrik baru yang dikembangkan bersama Foxtron, perusahaan Taiwan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Foxconn, pada paruh kedua tahun 2026 di Australia.

Menurut siaran Drive pada Senin, mobil listrik baru itu akan menawarkan varian performa tinggi yang menghasilkan daya mendekati 300kW.

Platform model Foxtron yang diperkirakan menjadi dasar dari mobil listrik Mitsubishi yang baru telah debut sebagai mobil produksi, yang diluncurkan di Taiwan beberapa minggu lalu dengan nama Bria.

Nama yang akan digunakan untuk kendaraan yang dipasarkan di Australia masih belum jelas, tetapi Mitsubishi telah mendaftarkan merek dagang "ASX GT-e" dan "ASX VR-e", merujuk pada edisi sport VR-X dari model lama seperti Lancer dan Magna.

Bria varian entry-level Elegant dan Emerge akan dibekali dengan satu motor listrik 171kW (229 tenaga kuda) yang menggerakkan roda belakang dengan waktu akselerasi dari 0 ke 100 km per jam diklaim 6,8 detik.

Varian unggulan Pioneer dengan penggerak semua roda dan motor ganda mampu menghasilkan keluaran daya 298kW (400hp) dengan waktu akselerasi dari 0 ke 100 km per jam selama 3,9 detik menurut klaim.

Semua model akan menggunakan paket baterai lithium besi fosfat 57,5 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak 516 km dengan penggerak roda belakang, dan 466 km dengan penggerak semua roda.

Meski demikian, masih belum jelas bagaimana spesifikasi kendaraan yang akan dipasarkan di Australia.

Versi Mitsubishi dari mobil listrik Foxtron ini diperkirakan akan disetel oleh para insinyur Australia agar sesuai dengan kondisi jalan lokal. Penyesuaian itu dapat mencakup perubahan perangkat keras dan perangkat lunak pada suspensi dan kemudi.

Dengan panjang 4.315 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.535 mm, dan jarak sumbu roda 2.800 mm, Bria digolongkan sebagai hatchback kecil di antara Volkswagen Golf dan Toyota Corolla.

Mobil ini tergolong berat untuk kelasnya, berbobot antara 1.870 kg dan 2.020 kg, hampir sama beratnya dengan Tesla Model Y berpenggerak semua roda, kendaraan yang jauh lebih besar dengan baterai berkapasitas lebih tinggi.

Gambar yang dirilis oleh Foxtron menunjukkan sedikit perbedaan antara Bria dan prototipe Model B yang menjadi dasarnya, dengan bilah lampu depan dan belakang selebar penuh, velg alloy 18 inci atau 20 inci, gagang pintu yang dapat ditarik keluar, dan atap kaca panoramik.

Elemen aerodinamis seperti garis udara di pilar jendela belakang dan saluran tembus di bagian depan mobil terintegrasi dalam desain yang dirancang oleh firma Italia terkenal, Pininfarina.

Pembaruan gaya yang akan diterapkan Mitsubishi pada kendaraan ini belum dikonfirmasi, selain pemasangan emblem mereknya.

Di bagian dalam Bria tersedia layar sentuh 15,6 inci yang menjalankan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel menurut DDCar Taiwan. Selain itu, ada layar instrumen 9,2 inci di depan pengemudi dan sistem audio tujuh atau 12 speaker.

Sebagian besar fungsi kendaraan dijalankan melalui layar sentuh, kecuali pintasan di bawah layar untuk suhu udara dan fungsi kontrol iklim lainnya.

Standar pada model dasar kendaraan di Taiwan meliputi jok depan yang dapat diatur secara elektrik, kamera pandangan belakang, filter kabin PM2.5, dan dukungan teknologi keselamatan canggih yang mencakup kontrol jelajah adaptif, bantuan penjaga jalur, dan peringatan lalu lintas silang belakang.

Varian kendaraan yang lebih mahal dilaporkan memiliki atap kaca, pintu bagasi elektrik dengan sensor tendangan, jok depan dengan ventilasi, pencahayaan kabin ambient, kamera 360 derajat, lampu depan adaptif, dan navigasi terintegrasi, serta ruang penyimpanan berkapasitas 52 liter di bawah kap mesin.

Detail spesifikasi mobil listrik baru Mitsubishi yang dikembangkan bersama Foxtron akan diumumkan menjelang peluncuran kendaraan tersebut di Australia pada paruh kedua tahun 2026.

Sumber: Drive

Bagikan

Mungkin Kamu Suka