Black Box Pesawat ATR 42-500 Segera Diserahkan ke KNKT

waktu baca 2 menit

Makassar (KABARIN) - Tim SAR gabungan segera menyerahkan black box atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik PT Indonesia Air Transport kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah ditemukan di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Setelah ditemukan, black box segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, Rabu.

Sebagai Koordinator SAR, ia menjelaskan kotak hitam ini terdiri dari dua unit, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Kedua perangkat ini krusial untuk investigasi kecelakaan pesawat. FDR merekam berbagai data penerbangan mulai dari ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga performa mesin. Data ini membantu pihak berwenang merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.

Sementara CVR merekam percakapan di kokpit termasuk komunikasi antarawak dan suara penting lainnya selama penerbangan.

"Secara umum, perangkat FDR dan CVR disimpan di bagian ekor pesawat. Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar," jelasnya.

Penemuan kotak hitam ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. "Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian," tegasnya.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengabarkan lewat video bahwa kotak hitam ditemukan di belakang ekor pesawat pada pukul 11.00 WITA.

Tim yang dibentuk khusus untuk mencari bagian ekor berhasil mengevakuasi black box ke Posko SAR AJU di Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Penemuan ini menjadi titik penting dalam proses investigasi sekaligus memastikan data penerbangan pesawat bisa dianalisis secara menyeluruh.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka