Hamilton, Kanada (KABARIN) - Misi tetap Iran untuk PBB membantah klaim bahwa Teheran menutup Selat Hormuz, menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan menuding Amerika Serikat telah membahayakan keamanan pelayaran di kawasan.
“Klaim bahwa Iran menutup Selat Hormuz tidak berdasar dan tidak masuk akal,” tulis misi tersebut di platform media sosial AS X, menegaskan bahwa Iran "tetap berkomitmen pada hukum internasional dan kebebasan navigasi."
Dalam pernyataannya, Iran menyebut fregat Dena, yang sedang berkunjung ke India dengan 130 pelaut, dihantam dan ditenggelamkan "di perairan internasional oleh kapal selam AS tanpa peringatan," hampir 2.000 mil dari pantai Iran, menewaskan lebih dari 100 pelaut.
“Serangan sembrono ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kebebasan navigasi,” tulis pernyataan itu.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menambahkan bahwa serangan terjadi pada Rabu di lepas pantai Sri Lanka. Kapal perang itu sedang dalam perjalanan pulang setelah ikut latihan angkatan laut di lepas pantai India bulan lalu. Sebanyak 32 pelaut terluka, dan banyak yang hilang.
Insiden ini terjadi di tengah serangan militer Israel dan AS terhadap Iran yang dimulai Sabtu lalu, menewaskan sedikitnya 926 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat militer tinggi.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Sumber: ANAD