Ternyata selesai pemanasan tadi, rasanya enggak memungkinkan untuk main. Jadi saya putuskan untuk ditarik Ginting dari babak kedua ini
Jakarta (KABARIN) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Ginting harus mundur dari Indonesia Masters 2026 akibat cedera pinggang yang ia alami.
Ginting yang melangkah ke babak kedua Indonesia Masters 2026 dijadwalkan bersua tunggal putra Singapura Jason Teh di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.
Namun kondisi pinggang Ginting dalam kondisi kurang nyaman semenjak pertandingan babak pertama selesai pada Rabu (21/1) malam.
"Kami sudah usahakan dengan tim fisio PBSI, yang terbaik untuk dia, usahakan untuk recovery siang hari ini. Sampai pagi tadi pun kami masih usahakan untuk diterapi fisio gitu ya," ujar pelatih tunggal putra Indonesia Indra Wijaya kepada pewarta.
"Ternyata selesai pemanasan tadi, rasanya enggak memungkinkan untuk main. Jadi saya putuskan untuk ditarik Ginting dari babak kedua ini," katanya.
Setelah menjalani pemanasan untuk persiapan menghadapi Jason Teh, Ginting merasa bahwa pinggangnya sudah sangat tidak nyaman dan tidak memungkinkan untuk bisa melanjutkan pertandingan.
Cedera ini sekaligus menambah riwayat cedera jawara Indonesia Masters 2018 dan 2020 ini. Sebelumnya Ginting absen cukup lama setelah mengalami cedera bahu yang dideritanya ketika tampil di French Open 2025 pada Oktober lalu.
Setelah menjalani proses pemulihan dan tampil di Indonesia Masters 2026, Ginting kembali menderita cedera.
Namun Indra mengkonfirmasi bahwa cedera pinggang yang diderita Ginting kali ini berbeda dengan cedera yang sebelumnya sempat menerpanya.
"Ini kan beda. Kalau yang waktu awal tahun lalu kan itu dia bahunya. Kalau bahu itu sudah bagus, sampai sekarang pun enggak ada keluhan lagi. Cuma ini cedera yang kali ini nih memang di luar dugaan lah gitu. Di luar dugaan," ungkap Indra.
Dengan mundurnya Ginting maka di sektor tunggal putra masih menyisakan wakil Indonesia yakni Alwi Farhan. Setelah Moh. Zaki Ubaidillah juga tersingkir di babak kedua.
Sumber: ANTARA