Jakarta (KABARIN) - Menjelang musim mudik Lebaran, banyak masyarakat yang meninggalkan kendaraan mereka di rumah selama beberapa hari hingga minggu.
Bagi pengguna motor listrik, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kendaraan tetap aman serta dalam kondisi optimal saat kembali digunakan setelah liburan.
“Motor listrik memiliki sistem teknologi yang memungkinkan pengguna memantau kondisi kendaraan secara lebih mudah. Dengan beberapa langkah sederhana sebelum bepergian, pengguna dapat memastikan motor tetap aman sekaligus siap digunakan kembali setelah kembali dari mudik,” ujar Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, melalui rilis pers, Rabu.
Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan sebelum meninggalkan motor listrik selama mudik Lebaran sebagaimana yang dibagikan Polytron:
1. Tidak perlu matikan MCB jika tidak pergi lebih dari sebulan
Mematikan saklar Mini Circuit Breaker (MCB) umumnya dilakukan ketika motor listrik ditinggalkan dalam waktu yang sangat lama. Namun, jika perjalanan mudik hanya berlangsung sekitar 1–2 minggu, pengguna tidak perlu mematikannya.
Dengan sistem tetap aktif, pengguna masih dapat memantau dan melacak posisi terakhir kendaraan melalui sinyal GPS pada aplikasi, sehingga memudahkan pengecekan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
Adapun secara sederhana, MCB berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik antara baterai dengan perangkat kelistrikan lain di motor seperti dinamo motor listrik. MCB pada motor listrik juga berfungsi sebagai pemutus arus kalau terjadi arus pendek atau korslet.
2. Gunakan standar tengah
Pastikan motor diparkir menggunakan standar tengah agar posisi kendaraan lebih stabil dan aman selama ditinggalkan. Jika posisi motor stabil dan tegak, ini akan mengurangi risiko motor terjatuh akibat dorongan angin, tersenggol orang, atau pergeseran tanah.
Selain itu, penggunaan standar tengah juga membantu mengurangi tekanan pada salah satu sisi ban dan suspensi yang dapat terjadi jika hanya menggunakan standar samping dalam waktu lama.
Dengan posisi yang lebih seimbang, komponen motor seperti ban, rangka, dan suspensi dapat lebih terjaga sehingga motor listrik tetap dalam kondisi baik ketika akan digunakan kembali setelah mudik.
3. Isi daya sekitar 50 persen dari kapasitas
Sebelum meninggalkan motor dalam waktu beberapa hari hingga minggu, disarankan untuk mengisi daya baterai sekitar separuh dari kapasitasnya.
Perusahaan motor listrik tersebut menjelaskan, kondisi ini akan membantu menjaga kesehatan baterai selama kendaraan tidak digunakan.
4. Cek tekanan ban
Pastikan tekanan ban berada pada kondisi ideal sebelum meninggalkan motor. Hal ini membantu mencegah berkurangnya tekanan udara dan memastikan kendaraan siap digunakan kembali setelah libur Lebaran.
5. Gunakan kunci ganda
Tambahkan pengamanan ekstra dengan menggunakan kunci ganda, seperti kunci cakram atau rantai yang dipasang pada roda depan, untuk meningkatkan keamanan kendaraan.
Kendaraan yang ditinggal dalam waktu lama sering menjadi sasaran pencurian karena dianggap tidak diawasi. Dengan memasang kunci tambahan, seperti kunci setang, kunci roda, atau pengaman rantai, risiko pencurian dapat berkurang karena pelaku akan membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk membobolnya. Selain itu, kunci ganda juga memberikan perlindungan ekstra apabila kunci utama kendaraan berhasil dirusak atau dibobol.
6. Aktifkan fitur alarm
Pastikan fitur alarm pada sistem keyless diaktifkan agar memberikan perlindungan tambahan apabila terjadi gangguan atau percobaan pencurian pada kendaraan.
Sumber: ANTARA