Jakara (KABARIN) - Jakarta Garuda Jaya mencuri perhatian di Proliga 2026 sektor putra setelah sukses menaklukkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam duel ketat lima set dengan skor 3-2 Sabtu malam.
Bermain di GOR Sabilulungan Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Garuda Jaya tampil tanpa rasa takut menghadapi tim unggulan. Pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto menilai keberanian bermain lepas menjadi kunci kemenangan anak asuhnya.
"Anak-anak bermain lepas tanpa beban," ujar Nur Widayanto.
Ia menjelaskan bahwa timnya sengaja menekan lawan lewat servis keras agar Bhayangkara kesulitan membangun serangan sejak awal.
"Ternyata itu berjalan dengan baik," tutur Nur.
Strategi tersebut langsung terasa dampaknya di set pertama. Garuda Jaya tampil agresif dan membuat Bhayangkara kesulitan keluar dari tekanan hingga set pembuka ditutup dengan skor 25-19.
Bhayangkara Presisi merespons di set kedua dan ketiga. Lewat distribusi bola dari Nizar Zulfikar, Agil Angga dan Yudha Mardiansyah beberapa kali sukses menembus pertahanan Garuda Jaya. Dua set tersebut pun diamankan Bhayangkara dengan skor 25-18 dan 25-21.
Memasuki set keempat, Bhayangkara sempat unggul cukup jauh. Namun keunggulan itu perlahan terkejar setelah Garuda Jaya meningkatkan tempo permainan. Skor yang sempat imbang akhirnya ditutup Garuda Jaya dengan kemenangan 25-22 sehingga laga harus ditentukan di set kelima.
Set penentuan berlangsung sengit dengan kedua tim saling mengejar angka. Setelah skor sempat sama kuat, Garuda Jaya tampil lebih tenang di momen krusial dan memastikan kemenangan 15-12 sekaligus mengunci laga dengan skor akhir 3-2.
Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran mengakui performa timnya belum maksimal pada pertandingan tersebut. Ia menyebut kondisi fisik pemain menjadi salah satu kendala.
"Beberapa pemain kurang sehat," ungkap Toiran.
Sumber: ANTARA