Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah baru untuk mengurangi aksi pencurian di Jembatan Penyeberangan Orang. Ia meminta agar JPO yang akan dibangun ke depan tidak lagi menggunakan material besi.
Instruksi itu disampaikan Pramono kepada Dinas Bina Marga. Menurut dia, penggunaan besi selama ini justru rawan dicuri dan membahayakan warga yang melintas.
"Saya minta pada Bina Marga, semua JPO yang baru menggunakan wooden press (bahan kayu) yang tidak bisa lagi untuk diambil atau dicuri, sebab memang yang memakai apakah itu besi atau yang lain-lain memang ada yang ambil," kata dia di Jakarta, Minggu.
Kasus pencurian pelat besi JPO di Jakarta memang kerap berulang. Peristiwa terbaru terjadi di JPO Sahabat, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Sabtu (21/1). Pelat besi berukuran sekitar satu meter kali dua meter raib dari salah satu sisi lantai jembatan.
Tak hanya itu, tiga pelat besi di bagian anak tangga juga ikut hilang. Baut-baut bekas copotan terlihat berserakan di sekitar lantai JPO yang kini berlubang dan berisiko bagi pejalan kaki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian di JPO Sahabat bukan kali pertama terjadi. Pada 2023, pelat besi di lokasi tersebut juga sempat hilang dan kemudian ditambal. Dalam kejadian terbaru, pelaku diduga memanfaatkan kondisi banjir untuk melancarkan aksinya.
Kasus serupa juga terjadi di wilayah lain. Pada Juli 2025, material besi di pegangan JPO kawasan Koja, Jakarta Utara, dilaporkan dicuri.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menggunakan material alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah concrete wood atau conwood yang sudah diterapkan di JPO Pesanggrahan, Jakarta Barat.
Conwood merupakan material beton dengan tampilan menyerupai kayu. Bahan ini dinilai lebih sulit dicuri dan bisa menggantikan pelat baja atau aluminium, khususnya untuk lantai JPO.
Selain soal material, Pramono juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil bagian dari fasilitas umum.
"Saya juga meminta kepada seluruh warga, siapapun yang ambil itu, jangan. Karena ini untuk kepentingan publik, bukan untuk urusan orang per orang, sehingga saya mengimbau mudah-mudahan kasus ini tidak terulang kembali," kata Pramono.
Sumber: ANTARA