Kami menyiapkan sarana dan prasarana angkutan jalan yang terdiri dari 177 Terminal yang terbagi 115 Tipe A dan 62 Tipe B, lalu 48 UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) fungsional menjadi rest area,
Jakarta (KABARIN) - Kementerian Perhubungan menyiapkan 177 terminal dan puluhan rest area di berbagai daerah supaya arus mudik Lebaran 1447 Hijriah bisa lancar dan nyaman.
"Kami menyiapkan sarana dan prasarana angkutan jalan yang terdiri dari 177 Terminal yang terbagi 115 Tipe A dan 62 Tipe B, lalu 48 UPPKB fungsional menjadi rest area," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan di Jakarta, Jumat.
Selain itu, Kemenhub bekerja sama dengan Kementerian Agama menyarankan 115 masjid dan fasilitas umum untuk dijadikan tempat istirahat sementara.
Beberapa masjid di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kendal, Semarang, Purworejo, dan Kebumen juga difungsikan sebagai rest area.
Pemerintah menyiapkan 401 bus mudik gratis dengan kapasitas 15.834 penumpang dan 8 truk untuk mengangkut 240 sepeda motor ke 34 kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera.
"Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2026," kata Aan.
Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan strategi antisipasi pergerakan masyarakat yang menggunakan transportasi darat. Mereka berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian PU untuk menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, ganjil-genap, dan pengaturan menuju pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Aan menegaskan, pembatasan operasional angkutan barang dilakukan bukan untuk melarang usaha, tapi supaya mobilitas masyarakat dan distribusi barang bisa aman dan lancar selama mudik.
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia Haris Muhammadun mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai bisa mengurai kemacetan, mengurangi kecelakaan, dan mendukung pergerakan angkutan umum dan logistik. Menurutnya, mudik 2026 juga jadi peluang besar bagi sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM di daerah tujuan.
“Dengan kebijakan terintegrasi dan berbasis data, diharapkan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya aman, tapi juga memberi kontribusi nyata untuk ekonomi nasional,” ujar Haris.
Sementara itu, survei KedaiKOPI menunjukkan masyarakat antusias dengan program Mudik Gratis dari Kemenhub. Head of Researcher KedaiKOPI Ashma Nur Afifa mengatakan sekitar 53,3 persen responden berusia 17-55 tahun tertarik ikut mudik gratis, naik dibandingkan 39 persen tahun 2025.
Sumber: ANTARA