Oto

BYD Ramai Dirumorkan Upgrade Plug In Hybrid

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Sorotan publik kini mengarah ke langkah BYD yang disebut tengah memoles teknologi plug in hybrid miliknya. Isu ini mencuat seiring dimulainya penerapan kerangka pengembangan kendaraan energi baru China untuk periode 2026 hingga 2030.

Di dunia maya, muncul perbincangan soal sistem yang dijuluki DM i 6.0. Meski ramai dibahas, BYD sejauh ini belum mengumumkan secara resmi kehadiran generasi baru sistem hybrid tersebut maupun detail teknisnya. Informasi ini dikutip dari laporan CarNewsChina pada Senin waktu setempat.

Spesifikasi yang dikaitkan dengan DM i 6.0 sudah banyak beredar di media otomotif China dan forum penggemar BYD. Namun semua kabar tersebut masih sebatas rumor karena belum mendapat konfirmasi langsung dari perusahaan.

Sejumlah pengamat pasar menduga sistem plug in hybrid generasi berikutnya bakal punya efisiensi termal yang jauh lebih tinggi. Angkanya disebut bisa mendekati 48 hingga 49,5 persen dalam pengujian tertentu jika dibandingkan dengan teknologi hybrid generasi kelima BYD yang saat ini digunakan.

Sumber tidak resmi juga menyebut adanya potensi jarak tempuh lebih dari 300 kilometer dengan mode listrik murni berdasarkan standar pengujian di China. Selain itu, muncul spekulasi soal penggunaan arsitektur tegangan tinggi 900 volt yang memungkinkan pengisian daya super cepat hingga setara 400 kilometer hanya dalam waktu sekitar lima menit dalam kondisi ideal.

Pembahasan lain ikut menyinggung kemungkinan hadirnya manajemen energi berbasis AI untuk mengatur distribusi daya secara lebih efisien. Ada pula dugaan kapasitas baterai traksi akan ditingkatkan hingga melampaui 35 sampai 40 kilowatt jam dengan teknologi sel atau kimia baterai baru yang lebih padat energi.

Meski begitu, semua detail tersebut masih belum bisa dipastikan. BYD belum mengonfirmasi fitur fitur itu maupun secara resmi mengaitkannya dengan sistem yang disebut DM i 6.0.

Sementara rumor terus beredar, BYD sebenarnya sudah lebih dulu meluncurkan versi terbaru mobil plug in hybrid pada awal Januari 2026. Model yang diperbarui ini masuk jalur produksi massal dengan kapasitas baterai lebih besar dan jarak tempuh listrik murni yang lebih panjang.

Beberapa model seperti BYD Qin Plus DM i, Qin L DM i, Seal 05 DM i, dan Seal 06 DM i versi 2026 kini menawarkan jarak tempuh listrik murni sekitar 210 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Pembaruan tersebut disebut sebagai pengembangan dari teknologi hybrid yang sudah ada, bukan pengenalan sistem generasi baru. Istilah DM i 6.0 sejauh ini hanya muncul dalam obrolan pasar dan diskusi daring untuk menggambarkan peningkatan performa dan jarak tempuh.

Hingga saat ini, BYD belum mengumumkan sistem hybrid generasi keenam. Seluruh pengembangan yang sudah dikonfirmasi masih berlandaskan platform DM generasi kelima yang digunakan pada model plug in hybrid terbaru mereka.

Sumber: Carnewschina

Bagikan

Mungkin Kamu Suka