Sekolah Berperan Penting Cegah Anak Jadi Korban Child Grooming

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menurut Tenaga Ahli Psikolog Klinis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak DKI Jakarta Meinita Fitriana Sari, dukungan dari sekolah sangat penting untuk mencegah anak menjadi korban child grooming.

“Sekolah merupakan lingkungan utama bagi anak setelah keluarga, untuk nantinya bisa melakukan langkah-langkah strategis, baik dalam proses pencegahan maupun penanganan,” ujar Meinita dalam siniar Rabu Belajar bertema "Kenali dan Cegah Anak Kita dari Bahaya Child Grooming" di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan interaksi anak sehari-hari dengan guru dan teman sebaya di sekolah sangat mempengaruhi perkembangan mereka. Sekolah juga membentuk perilaku, nilai, dan rasa aman anak.

Oleh karena itu, sekolah diharapkan ikut memberi edukasi soal perlindungan diri, literasi digital, dan menyediakan ruang aman bagi anak untuk melapor bila menghadapi kekerasan seksual.

“Agar anak mempunyai referensi beberapa tempat aman yang pada akhirnya dia mampu untuk menceritakan apa yang dia rasakan,” kata Meinita.

Edukasi juga bisa berupa pengaturan akun media sosial agar privasinya terjaga, karena jika terbuka, sembarang orang bisa menghubungi anak dan meningkatkan risiko bahaya.

Child grooming sendiri adalah manipulasi oleh orang dewasa yang membangun kedekatan emosional dan kepercayaan untuk mengontrol anak, dengan tujuan mengeksploitasi atau melakukan kekerasan seksual.

Pelaku biasanya mendekati anak, membangun kepercayaan, memberi perhatian atau hadiah, lalu melakukan isolasi untuk menguasai korban.

Pada 2025, Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak DKI Jakarta mencatat 2.269 kasus kekerasan, dengan 1.224 di antaranya melibatkan anak, termasuk 673 kasus kekerasan seksual pada anak.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka