Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengumumkan Rabu bahwa 26 negara, termasuk Indonesia, ditunjuk sebagai anggota pendiri inisiatif Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza.
Pengumuman ini dilakukan sepekan setelah Trump memperkenalkan dewan tersebut di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dan akun resmi dewan itu kemudian hadir di platform X.
Negara-negara anggota pendiri meliputi Argentina, Armenia, Azerbaijan, Albania, Bahrain, Belarus, Bulgaria, Kamboja, El Salvador, Mesir, Hungaria, Indonesia, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Kuwait, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Türkiye, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Vietnam.
Mereka berasal dari berbagai kawasan mulai dari Timur Tengah, Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Kaukasus.
Beberapa negara besar Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris tidak tercantum dalam daftar karena perbedaan pandangan dengan Trump terkait isu Greenland dan kebijakan tarif.
Sementara itu, Ukraina mempertanyakan keikutsertaannya dalam dewan yang juga diisi Belarus, dan Rusia tidak masuk meski Presiden Putin siap menyumbang 1 miliar dolar AS dari aset yang sebelumnya dibekukan.
Kanada juga dicabut undangannya setelah Perdana Menteri Mark Carney menyampaikan kritik soal praktik pemaksaan ekonomi oleh kekuatan besar.
Trump sebelumnya mengumumkan Dewan Perdamaian pada 15 Januari sebagai bagian dari rencana besar untuk Jalur Gaza, yang memunculkan kesepakatan gencatan senjata.
Dewan ini mendapat mandat melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada November 2025 dan awalnya bertugas mengawasi gencatan senjata serta rekonstruksi, namun mandatnya kini diperluas untuk mendukung pembangunan perdamaian di wilayah rawan konflik.
Detail lebih lanjut tentang struktur kepemimpinan dan jadwal pelaksanaan dewan belum diumumkan secara resmi.
Sumber: Anadolu_OANA