Pejabat Dinilai Harus Dekat dengan Rakyat Meski Dicap Pencitraan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai seharusnya pejabat publik harus terlihat dekat dengan rakyat meski berisiko dicap pencitraan.

Hensa, sapaan akrabnya, berpendapat meski dicap pencitraan, pendekatan ke rakyat yang terlihat itu memang bagus dan tidak ada salahnya.

"Tidak ada salahnya seperti itu, kalau memang bagus dan bermanfaat buat rakyat ya dituduh melakukan pencitraan juga tidak apa-apa," kata Hensa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia mencontohkan salah satu momen ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang membagikan bantuan hari raya ke pengemudi ojek online (ojol) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, saat hendak melepas mudik gratis belum lama ini.

Ia menilai momen seperti itu justru lebih ditunggu masyarakat ketimbang menunjukkan keahlian dan kemampuan, namun berjarak dengan rakyat.

"Pejabat atau menteri lain bila ingin mencontoh juga tidak apa-apa, daripada hanya sekadar ngomong dan debat ke rakyat kan tidak level, mending dekat dengan rakyat seperti Teddy ini," kata Hensa.

Ia melihat para pejabat pemerintahan saat ini mayoritas tidak merakyat dan cenderung elitis kepada masyarakat.

"Bahkan satu waktu saya melihat ada satu pejabat yang ketika ditanya oleh rakyat malah diminta belajar, ini bukan suatu jawaban yang diinginkan sebelumnya," ucapnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat lebih butuh respons-respons yang cenderung dekat dan hangat dari pejabat publik.

Oleh karena itu, ia menyarankan sebaiknya mayoritas pejabat publik lebih berpihak kepada masyarakat seperti momen Seskab Teddy yang membagikan bantuan hari raya untuk ojol.

"Makin jarang sih pejabat yang tertangkap bagi rejeki spontan, kalaupun ada biasanya setting-an, walaupun setting-an juga tidak apa, asal berdampak," ujar Hensa.

"Saat ini, kondisinya berjarak dan momen-momen kedekatan dengan masyarakat itu lebih dibutuhkan yang lagipula itu bisa dimanfaatkan untuk mendengar aspirasi mereka," lanjutnya.

Ia pun meminta agar pejabat publik juga berhati-hati dalam merespons pendapat-pendapat publik.

"Masyarakat itu saat ini sensitif dengan respons-respons elitis semacam itu. Kondisi saat ini membutuhkan pejabat yang hadir untuk masyarakat meski memang berpotensi dicap pencitraan, tetapi memang rakyat butuh bantuan," ujar Hensa.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka