Musim Hujan Rawan Penyakit, IDAI Ingatkan Pentingnya Hidup Bersih

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Penerapan higiene dan sanitasi dinilai penting dalam upaya untuk mencegah penularan penyakit infeksi yang sering muncul selama musim penghujan.

"Lebih baik kita mencegah penyakit infeksi di musim hujan ini dengan cara, yang pertama pola hidup bersih, sehat," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K).

Dalam webinar bertajuk "Mewaspadai Penyakit Anak di Musim Hujan dan Banjir bersama IDAI" yang diikuti via daring dari Jakarta pada Jumat, dia juga menyampaikan pentingnya menjaga ketahanan tubuh dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang dan menjalani imunisasi.

"Lindungi diri kita dengan makan makanan yang baik, kemudian juga lengkapi dengan imunisasi," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung itu.

Ia mengemukakan perlunya mewaspadai serangan penyakit yang menular melalui air dan makanan yang terkontaminasi kuman pada musim penghujan.

"Bakteri, virus, parasit, itu menjadi juga berlimpah ruah di musim hujan," katanya.

Ia menyampaikan, mengonsumsi air minum dan makanan yang terkontaminasi kuman bisa menyebabkan diare akut, mencret lebih dari tiga kali dalam sehari disertai mual, muntah, dan sakit perut.

"Biasanya males kita beli makanan atau memanaskan makanannya dengan kurang baik, makan makanan basi, diolah kurang bersih, di musim penghujan ini akan lebih cepat menjadikan suatu keluhan diare atau nyeri perut, berupa mual, muntah, diare," katanya.

Penyakit lain yang bisa muncul karena masalah kebersihan serta kontaminasi air dan makanan yakni disentri, yang antara lain ditandai dengan demam tinggi, nyeri perut, serta buang air besar berdarah dan berlendir.

Prof. Anggraini mengatakan, sanitasi yang buruk serta makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan tifoid atau tipes.

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi ini gejalanya bisa berupa demam tinggi lama, sakit kepala, dan diare.

Prof. Anggraini juga mengemukakan perlunya mewaspadai penularan hepatitis A selama musim penghujan.

Penyakit hepatitis A, infeksi hati akibat virus hepatitis A, bisa menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi virus.

Virus hepatitis A keluar bersama feses orang yang terinfeksi dan dapat mencemari makanan maupun air.

Gejala serangan virus ini bisa berupa demam, mual, penurunan nafsu makan, perubahan warna urine dan feses menjadi lebih gelap, serta mata dan kulit menguning.

Prof. ​​​​​​​Anggraini menyampaikan, risiko penularan penyakit-penyakit yang sering muncul pada musim penghujan dapat ditekan dengan menjaga kebersihan diri, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman dan higienis, serta rutin berolahraga.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka