Musim Hujan Minim Matahari, IDAI Ingatkan Pentingnya Vitamin D

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) menyampaikan perlunya memperbanyak konsumsi makanan sumber vitamin D selama musim penghujan.

Dalam webinar "Mewaspadai Penyakit Anak di Musim Hujan dan Banjir bersama IDAI" yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Jumat, ia menyampaikan bahwa asupan vitamin D alami dari sinar matahari bisa berkurang selama musim hujan, jadi perlu ditambah dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin D.

"Seperti kuning telur, hati sapi, kemudian ikan laut seperti tuna, makarel, sarden, kemudian salmon itu bisa bantu. Dan belum lagi, susu, yoghurt, sereal itu juga ada," katanya.

Saat hujan turun terus menerus sehingga susah mendapatkan paparan sinar matahari langsung, ia mengatakan, suplemen vitamin D dengan dosis 400 IU sampai maksimal 1.000 IU dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

Prof. Anggraini mengatakan bahwa waktu terbaik untuk mendapatkan asupan vitamin D alami dari sinar matahari adalah pada pagi sampai siang hari.

"Jadi, yang namanya gelap, mendung, asalkan enggak hujan, itu mudah-mudahan masih ada kok sebetulnya sinar mataharinya, yang bisa bantu vitamin D," katanya.

Ia menjelaskan bahwa asupan vitamin D diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit, menjaga kesehatan tulang dan gigi, dan mendukung fungsi otot.

Selain memenuhi kebutuhan vitamin D, ia melanjutkan, penting pula mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan memastikan ventilasi ruangan baik guna mencegah masalah kesehatan selama musim hujan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka