Teheran (KABARIN) - Pemerintah Iran memanggil para duta besar negara anggota Uni Eropa setelah blok tersebut memutuskan memberi label teroris kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Pemanggilan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa 3 Februari.
Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa para dubes Uni Eropa dipanggil oleh Wakil Menteri Urusan Politik bersama pejabat terkait di Kementerian Luar Negeri Iran. Pada pertemuan itu, Iran menyampaikan kecaman keras terhadap keputusan Dewan Menteri Uni Eropa yang dianggap tidak punya dasar kuat dan dinilai ceroboh.
“Duta besar negara-negara anggota Uni Eropa dipanggil oleh Wakil Menteri Urusan Politik dan Direktur Jenderal terkait di Kementerian Luar Negeri Iran… Selama pemanggilan ini, pemerintah Republik Islam Iran mengutuk keras keputusan Dewan Menteri Uni Eropa yang dinilai tidak beralasan dan tidak bertanggung jawab,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Iran juga menilai langkah Uni Eropa melanggar prinsip utama Piagam PBB dan hukum internasional, terutama soal penghormatan terhadap kedaulatan negara. Penetapan IRGC sebagai organisasi teroris ditolak tegas dan disebut sebagai “penghinaan yang tidak dapat dimaafkan terhadap bangsa Iran”.
Sebelumnya, pada 29 Januari, Uni Eropa menyatakan akan memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris. Kebijakan itu langsung menuai reaksi dari Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan strategis besar.
Ketegangan pun makin meningkat setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengumumkan bahwa parlemen Iran sepakat untuk memberi label teroris kepada tentara nasional negara-negara Eropa. Langkah saling balas ini menandai hubungan Iran dan Uni Eropa yang kian memanas.
Sumber: SPU