Jakarta (KABARIN) - Tiga fakultas kedokteran dari tiga kampus swasta di wilayah II Jakarta dan Banten membuka program pendidikan dokter spesialis dalam rangka memperkuat ekosistem kesehatan nasional.
"Kita memberikan mandat kepada perguruan tinggi yang bisa membuka spesialis," kata Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Mukhamad Najib di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, tiga universitas yang saat ini meluncurkan program pendidikan dokter spesialis, yaitu Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Universitas Katolik Atma Jaya dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Najib menyatakan bahwa ketiganya ini sudah melalui seleksi ketat. Selain itu ketiga universitas juga memenuhi persyaratan untuk membuka program spesialis.
Ia mengatakan bahwa pemberian kepercayaan kepada institusi pendidikan swasta untuk menyelenggarakan pendidikan spesialis guna memenuhi rasio ideal dokter spesialis di Indonesia.
Hal ini sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto yang pernah mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kekurangan 70 ribu dokter spesialis. Angka itu masih jauh dari ekspektasi melihat belum sebanding dengan jumlah lulusan dokter spesialis di Indonesia.
"Dari semua proses perizinan, pembukaan studi paling tidak mudah. Untuk itu kami mencari perguruan tinggi yang siap dan mau berkomitmen terhadap seruan Presiden," ujarnya.
Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal mengatakan bahwa pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan upaya bersama dalam membangun tonggak kesehatan yang bertumpu pada profesional.
Pihaknya mendapatkan kehormatan untuk menyelenggarakan program spesialis dokter. "Kami akan menjaga amanah ini," katanya.
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, membuka Program Studi Spesialis Penyakit Dalam, melengkapi Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP) yang telah dibuka pada tahun 2022.
Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya meluncurkan Program Studi Spesialis Penyakit Dalam, menambah daftar program studi (prodi) spesialis sebelumnya, yakni Kedokteran Keluarga Layanan Primer dan Kedokteran Olahraga.
Sedangkan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) membuka Program Studi Spesialis Ilmu Bedah, menyusul berbagai prodi spesialis yang telah ada seperti Radiologi, Bedah Saraf, Jantung, Anestesi, Penyakit Dalam, Neurologi dan Kedokteran Keluarga Layanan Primer.
Sumber: ANTARA