Jakarta (KABARIN) - Sony dikabarkan sedang meninjau ulang jadwal peluncuran konsol generasi terbaru mereka, PlayStation 6 atau PS6, karena biaya komponen memori yang makin tinggi.
Dilansir dari Gizmochina, rencana rilis PS6 pada 2027 kini menjadi kurang pasti dan opsi penundaan hingga 2028 atau 2029 mulai dibahas di kalangan rantai pasok.
Kenaikan harga memori menjadi faktor utama. Permintaan DRAM dan high-bandwidth memory dari pusat data dan industri AI menyerap pasokan besar sehingga berdampak pada produksi perangkat keras lain termasuk konsol gim.
PS6 kabarnya bakal dibekali memori cepat sekitar 30GB. Jika spesifikasi ini terealisasi, fluktuasi harga memori bisa menaikkan biaya produksi secara signifikan dan menyulitkan strategi manufaktur serta penetapan harga.
Biasanya Sony merilis konsol baru dengan harga kompetitif dan memperoleh keuntungan dari penjualan gim dan layanan. Namun jika biaya memori tetap tinggi, perusahaan harus memilih antara untung lebih kecil atau menaikkan harga jual. Konsol dengan harga mendekati 1.000 dolar AS diprediksi sulit diterima pasar.
Selain itu, belum ada urgensi merilis konsol baru karena PS5 masih laku keras dengan penjualan global lebih dari 75 juta unit. Kehadiran PS5 Pro akhir 2024 juga memberi penyegaran lini produk sekaligus memperpanjang siklus hidup PS5.
Sejarah menunjukkan siklus peluncuran konsol Sony bervariasi. PS3 hadir enam tahun setelah PS2, sedangkan PS5 muncul tujuh tahun setelah PS4. Dengan kondisi ini, jarak delapan hingga sembilan tahun untuk PS6 bukan hal lazim tapi juga bukan sesuatu yang belum pernah terjadi.
Pasar semikonduktor yang cepat berubah memungkinkan jadwal peluncuran kembali bergeser jika pasokan membaik atau harga stabil. Saat ini kombinasi tingginya biaya memori dan ekosistem PS5 yang masih kuat membuat penundaan rilis PS6 menjadi skenario realistis.
Sumber: Gizmochina