Beijing (KABARIN) - Sindikat penipuan daring asal China yang dikenal sebagai kelompok Ming yang sebelumnya beroperasi di Myanmar menyampaikan permintaan maaf ke hadapan publik sebelum dieksekusi mati.
Dalam video yang dirilis media pemerintah China pada Jumat (6/2) tampak cucu dari pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen, di depan pengadilan rakyat menengah Wenzhou, menyampaikan rasa malu dan bersalah atas keterlibatannya dalam sindikat penipuan daring yang dimotori oleh keluarganya.
"Sekarang saya sangat sadar akan kesalahan saya dan menyesal atas kebodohan dan ketidaktahuan saya di masa lalu. Saya meminta maaf dan saya siap bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya tanggung," kata Ming Zhenzhen dalam video yang dirilis oleh media pemerntah China CCTV dan dikutip media-media lainnya.
Bai Yincang yang tergabung dalam sindikat keluarga Bai mengutarakan kebenciannya atas tindakan kriminalnya yang mengakibatkannya kehilangan harta benda dan menyebut ia tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan setelah diekstradisi dari Myanmar.
"Saya ingin meminta maaf kepada rakyat China dan pemerintah China atas nama seluruh keluarga saya. Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal," katanya di depan pengadilan rakyat menengah Shenzhen.
Keluarga Ming dan Bai mendirikan kompleks penipuan daring di Kokang, Myanmar, dan terlibat dalam pengoperasian kasino, judol, pemerasan, dan penahanan ilegal.
Sindikat keluarga Ming juga terlibat pembunuhan yang disengaja terhadap 14 warga China dan keluarga Bai terlibat dalam pembunuhan 6 warga China.
Perputaran uang ilegal di keluarga Ming mencapai 10 miliar RMB (sekitar Rp24,29 triliun) sementara keluarga Bai sebesar 29 miliar RMB (sekitar Rp70,62 triliun) termasuk penyelundupan dan produksi 11 ton methamphetamine.
Sebanyak 11 terdakwa dari sindikat Ming dan empat terdakwa dari kelompok Bai mendapat vonis hukuman mati pada September dan November 2025 sedangkan eksekusi dilakukan pada akhir Januari 2026.
Sejumlah warganet di media sosial Weibo mengkritisi permohonan maaf mereka sebagai tindakan palsu dan formalitas, jauh dari rasa penyesalan, serta menyebut bahwa mereka akan tetap melanjutkan tindakan kriminal jika tidak ditangkap oleh pihak berwenang.
Sejak Juli 2023, Kementerian Keamanan Publik meluncurkan operasi khusus yang menargetkan kejahatan penipuan daring di Myanmar utara yang menyasar China.
Stasiun TV milik pemerintah China menyebut bahwa vonis atas keluarga Bai masuk dalam 10 kasus teratas dalam penegakan hukum China pada 2025.
Sumber: ANTARA