Jam Operasional Padel di Jakarta Akan Diatur Agar Tak Ganggu Masyrakat

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai serius mengatur keberadaan lapangan padel yang belakangan makin menjamur di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan jam operasional padel, khususnya yang berada di tengah permukiman warga, akan ditata agar tidak mengganggu masyarakat.

“Tempat-tempat (padel) yang ada di kawasan padat penduduk akan kami tertibkan jam penggunaannya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin.

Olahraga padel memang sedang naik daun dan jadi favorit banyak warga Jakarta. Namun menurut Pramono, tren olahraga ini tetap harus dibarengi dengan sikap saling menghormati lingkungan sekitar.

Ia menegaskan, jangan sampai aktivitas olahraga justru merugikan warga yang tinggal di sekitar lapangan.

“Bahkan, ada yang bayinya satu setengah tahun nggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel. Menurut saya juga nggak fair,” ujar Pramono.

Sebagai langkah lanjut, Pemprov DKI akan menggelar rapat khusus pada Selasa, 24 Februari 2026, guna membahas aturan operasional padel di Jakarta. Pramono juga mengaku sudah meminta agar proses perizinan dan koordinasi terkait lapangan padel dipersiapkan lebih matang.

Sebelumnya, Pemprov berencana mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membahas regulasi perizinan padel. Langkah ini diambil setelah muncul sejumlah keluhan warga yang merasa terganggu oleh kebisingan lapangan padel di dekat rumah mereka.

Di sisi lain, pelaku usaha padel mulai merespons keluhan masyarakat. Salah satu pemilik lapangan padel di kawasan Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, menyatakan kesiapannya membatasi jam operasional sekaligus memasang peredam suara.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam, tidak mengganggu apa yang ada di luar," kata Perwakilan dari PT Kreasi Arena Indonesia, Fourthwall Padel, Fajar Ediputra.

Selama proses pemasangan peredam suara (soundproofing) berlangsung pada bulan Ramadhan, operasional lapangan pun akan dikurangi hingga 50 persen.

Menurut Fajar, jam operasional sementara selama Ramadhan akan dimulai pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.

"Jadi, pada saat bulan puasa, pemasangan soundproofing dan juga pembatasan jam operasional," ucap Fajar.

Terkait legalitas usaha, ia menegaskan bahwa seluruh perizinan sudah berjalan sesuai aturan. Namun, persoalan kebisingan muncul karena lokasi lapangan yang berdampingan langsung dengan area permukiman.

"Kalau mengikuti aturan, sebenarnya di lapangan kami desibel-nya masih 70 gitu. Cuman ini kan yang menjadi permasalahan adalah zonasi, yang mana zonasi kami berdampingan langsung dengan zonasi rumah tinggal," tutur Fajar.

Ia menargetkan pemasangan peredam suara rampung dalam waktu 35 hari. Pihak pengelola berharap langkah tersebut bisa menjadi solusi agar olahraga padel tetap berkembang tanpa mengorbankan kenyamanan warga sekitar.

Melalui rencana pengaturan jam operasional ini, Pemprov DKI ingin memastikan tren olahraga baru di Jakarta tetap berjalan seimbang, seru buat pemainnya, tapi tetap ramah bagi lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka