Istanbul (KABARIN) - Iran menyebut bahwa pembicaraan terkait kemungkinan gencatan senjata dengan Amerika Serikat tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui pihak ketiga.
Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak langsung antara kedua negara masih terus berlangsung di tengah konflik yang belum mereda.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan sejumlah syarat yang disusun berdasarkan kepentingan nasional mereka melalui perantara.
“Kami telah menyusun serangkaian tuntutan berdasarkan kepentingan dan pertimbangan kami. Kami tidak malu untuk menyuarakan tuntutan yang sah dan logis,” katanya saat ditanya apakah ada rencana baru untuk mengakhiri perang antara Iran dan AS.
Ia juga menegaskan bahwa posisi resmi Iran sudah disampaikan melalui jalur tidak langsung tersebut dan menurutnya komunikasi lewat pihak ketiga adalah hal yang lazim dalam situasi seperti ini.
“Posisi Iran telah disampaikan melalui perantara,” ucapnya sembari menambahkan bahwa pertukaran pesan melalui pihak ketiga merupakan hal yang wajar dan terus berlangsung.
Baqaei menambahkan bahwa langkah Iran yang secara terbuka menyampaikan sikapnya tidak dapat dianggap sebagai bentuk kelemahan atau penurunan posisi dalam negosiasi.
“Menyampaikan posisi kami dengan cepat dan berani tidak boleh diartikan sebagai langkah mundur,” ujar dia dengan menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan tanggapan dan akan mengumumkannya bila diperlukan.
Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk tokoh penting di negara itu.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta beberapa negara lain di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Situasi ini turut berdampak pada stabilitas regional, termasuk gangguan pada infrastruktur, penerbangan, dan pasar global.
Sumber: ANAD