AS dan Belanda Tegaskan Kembali Hubungan Bilateral yang Kuat

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Amerika Serikat (AS) dan Belanda kembali menegaskan kuatnya hubungan bilateral kedua negara. Hal ini disampaikan dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen pada hari pertama masa jabatan Berendsen.

Departemen Luar Negeri AS menyebut Rubio menyampaikan ucapan selamat atas pengangkatan Berendsen sekaligus menekankan pentingnya kerja sama strategis yang selama ini terjalin antara Washington dan Den Haag.

Wakil Juru Bicara Utama Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan Rubio menggarisbawahi adanya “kerja sama kedua negara yang erat dan berkelanjutan”.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua menlu membahas sejumlah isu global utama, termasuk peran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), upaya diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina melalui jalur negosiasi, serta rencana tiga fase pemerintahan Presiden Donald Trump terkait Venezuela.

Rubio juga menyinggung hubungan historis panjang antara Amerika Serikat dan Kerajaan Belanda yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

"Saat Amerika Serikat bangga merayakan 250 tahun kemerdekaan, kami juga menandai 250 tahun persahabatan abadi dengan Kerajaan Belanda. Kedua negara kita dipersatukan oleh dedikasi bersama terhadap kebebasan, demokrasi, dan kebebasan individu -- prinsip-prinsip yang telah membentuk ikatan historis kita," katanya.

Pemerintah AS turut menyampaikan harapan terbaik kepada Perdana Menteri Belanda Rob Jetten dan kabinet barunya, sekaligus berharap kemitraan dengan rakyat Belanda terus berlanjut ke depan.

Pemerintahan minoritas baru Belanda di bawah kepemimpinan Rob Jetten resmi dilantik pada Senin (23/2). Politikus berusia 38 tahun itu tercatat sebagai perdana menteri termuda dalam sejarah Belanda.

Sementara itu, Perdana Menteri sebelumnya Dick Schoof menyampaikan pesan perpisahan sekaligus dukungan kepada pemerintahan baru.

“Kesuksesan mereka adalah kesuksesan kita, sebagai sebuah negara.”

Dick Schoof mengakhiri masa jabatannya setelah kabinetnya runtuh pada musim panas lalu menyusul mundurnya salah satu mitra koalisi akibat perbedaan kebijakan.

Percakapan awal antara Rubio dan Berendsen ini menjadi sinyal bahwa kerja sama AS dan Belanda tetap berjalan erat, terutama dalam isu keamanan global, diplomasi internasional, dan stabilitas geopolitik dunia.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka