101 Kasus Ebola Teridentifikasi di RD Kongo, 10 Negara Berisiko

waktu baca 2 menit

Mongbwalu (KABARIN) - Wabah Ebola kembali jadi perhatian dunia setelah lebih dari 100 kasus terkonfirmasi ditemukan di Republik Demokratik (RD) Kongo. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut jumlah kasus suspek juga terus bertambah seiring peningkatan pemantauan di wilayah terdampak.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Minggu (24/5) mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada lebih dari 900 kasus suspek Ebola yang teridentifikasi di RD Kongo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 kasus telah dipastikan positif.

Menurut Tedros, peningkatan angka itu terjadi karena proses pengawasan dan pelacakan kasus kini dilakukan lebih intensif untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) ikut mengeluarkan peringatan soal potensi penyebaran Ebola ke negara-negara lain di kawasan Afrika.

Dalam taklimat pers daring pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat, Dirjen Africa CDC Jean Kaseya mengatakan ada 10 negara Afrika yang kini masuk kategori berisiko tinggi terdampak wabah Ebola terbaru.

Negara-negara tersebut meliputi Sudan Selatan, Rwanda, Kenya, Zambia, Republik Afrika Tengah, Tanzania, Ethiopia, Angola, Republik Kongo, dan Burundi.

Peringatan ini muncul karena tingginya mobilitas penduduk antarnegara di kawasan Afrika Tengah dan Timur, yang dinilai bisa mempercepat penyebaran virus jika tidak diantisipasi sejak dini.

Selain terjadi di RD Kongo, kekhawatiran juga meningkat akibat munculnya kasus Ebola di Uganda. Kondisi itu membuat otoritas kesehatan regional terus memperkuat sistem pengawasan, pemeriksaan perbatasan, hingga kesiapan fasilitas kesehatan.

Ebola sendiri merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh virus dan dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Penyakit ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi jika tidak segera ditangani.

WHO dan Africa CDC saat ini terus berkoordinasi dengan negara-negara terdampak untuk mempercepat deteksi kasus, pelacakan kontak erat, serta distribusi bantuan medis guna mencegah wabah meluas ke wilayah lain.

Baca juga: Amerika Serikat Melarang Warga Afrika Masuk Akibat Wabah Ebola

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka