Suasana lobi hotel di Kota Amman, Yordania, Selasa malam waktu setempat, terasa hangat dan penuh antusiasme. Puluhan diaspora, mahasiswa Indonesia, hingga staf KBRI berkumpul menyambut kedatangan Prabowo Subianto.
Di pelataran hotel, dua anak mengenakan kebaya dan kain batik—satu di antaranya memakai blangkon—maju menyerahkan buket bunga. Presiden menerima dengan senyum lebar, mengucapkan terima kasih, bahkan menyempatkan diri berbincang singkat dengan mereka. Momen sederhana yang terasa personal di tengah agenda kenegaraan yang padat.
Selepas menerima bunga, Presiden berjalan menghampiri barisan diaspora dan mahasiswa. Satu per satu ia salami, menyambut ucapan, “Selamat datang kembali di Kota Amman, Bapak Presiden.”
Beberapa mahasiswa kompak mengenakan batik dan mengibarkan bendera Merah Putih kecil. Prabowo pun menghampiri mereka, menyalami, dan berkata, “Terima kasih ya, terima kasih. Sehat-sehat ya kalian semua.”
Di belakang Presiden, tampak Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang turut menyapa masyarakat Indonesia di sana.
Pengawalan dan Sambutan Resmi
Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia PK-GIF yang membawa Presiden mendarat di Lanud Marka, Amman, pukul 19.53 waktu setempat setelah bertolak dari London. Saat memasuki wilayah udara Yordania, pesawat tersebut mendapat pengawalan jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania—sebuah gestur kehormatan diplomatik.
Setibanya di darat, Prabowo disambut langsung oleh Putra Mahkota Hussein bin Abdullah, bersama jajaran pejabat Kerajaan Yordania. Dari pihak Indonesia, hadir pula Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Agenda Strategis di Amman
Kunjungan ini menjadi lawatan lanjutan Presiden Prabowo ke Amman untuk bertemu sahabatnya, Abdullah II, di Istana Al Husseiniya. Pertemuan bilateral yang dijadwalkan Rabu (25/2) akan membahas kerja sama di sejumlah sektor strategis antara Indonesia dan Yordania.
Presiden juga dijadwalkan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama sebelum melanjutkan perjalanan pada Rabu sore.
Di balik agenda diplomasi tingkat tinggi, momen penyambutan hangat diaspora di Amman menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, semangat kebangsaan tetap terasa kuat. Sebuah pertemuan singkat, penuh senyum, yang menyatukan jarak antara tanah air dan perantauan.
Sumber: ANTARA