AS telah melancarkan serangan baru terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini sebesar 52 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.796 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi sebelumnya Rp17.744 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
“AS telah melancarkan serangan baru terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan. Militer AS mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk membela diri, dan bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan bahwa eskalasi militer tersebut berpotensi menghambat proses negosiasi perdamaian antara AS dan Iran yang sebelumnya mulai menunjukkan perkembangan.
Selain faktor geopolitik, pelemahan rupiah juga dinilai berdampak pada sektor industri dalam negeri, terutama yang bergantung pada bahan baku impor. Kondisi ini disebut dapat meningkatkan biaya produksi dan tekanan terhadap dunia usaha.
Ibrahim juga menyoroti dampak lanjutan berupa potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan akibat tekanan biaya operasional. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 15.425 pekerja terdampak PHK sepanjang Januari hingga April 2026.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia turut melemah ke level Rp17.789 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.743 per dolar AS.
Sumber: ANTARA