Teheran (KABARIN) - Iran menyatakan siap melanjutkan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat demi mencapai kesepakatan nuklir yang dinilai adil dan seimbang. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan perundingan lanjutan akan digelar di Swiss dengan target hasil nyata dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Lewat unggahan di media sosial X, Araghchi menjelaskan bahwa pembahasan kali ini bakal melanjutkan fondasi yang sudah dibangun dalam dua pertemuan sebelumnya yang digelar di Muscat dan Jenewa.
Putaran ketiga dialog nuklir ini rencananya berlangsung di Bern, Swiss, Kamis, dengan mediasi Oman. Meski masih berlangsung secara tidak langsung, kedua pihak disebut sudah menunjukkan sinyal positif dari hasil pertemuan sebelumnya.
Dalam perundingan terakhir, Iran dan AS sama-sama mengklaim sudah menyepakati sejumlah prinsip dasar sebagai pijakan menuju kesepakatan yang lebih konkret ke depan.
Araghchi menegaskan sikap Iran tetap konsisten. Menurutnya, negaranya tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir dan tetap memperjuangkan hak rakyat Iran untuk memanfaatkan teknologi nuklir secara damai demi kepentingan masyarakat.
Ia juga menyebut momentum saat ini sebagai peluang langka untuk menciptakan kesepakatan besar yang bisa menjawab kepentingan bersama kedua negara.
"Sebuah kesepakatan berada dalam jangkauan, namun hanya jika diplomasi dijadikan prioritas," kata Araghchi.
Ia menambahkan bahwa Iran tetap siap menjaga kedaulatan negaranya di tengah meningkatnya tensi militer di kawasan. Meski begitu, semangat dialog tetap akan dibawa ke meja perundingan sebagai jalan utama menyelesaikan perbedaan secara damai.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia serta latihan intensif yang dilakukan Korps Garda Revolusi Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sikap serupa juga disampaikan Wakil Menlu Iran bidang politik Majid Takht Ravanchi. Dalam wawancara dengan media AS, ia menegaskan bahwa Iran terbuka untuk segera mencapai kesepakatan nuklir jika ada keseriusan politik dari semua pihak.
Ia menyebut delegasi Iran datang ke Jenewa dengan itikad baik dan berharap sikap itu dibalas secara setara oleh pihak Amerika. Menurutnya, jika semua pihak benar-benar mau berkomitmen, kesepakatan bisa terwujud lebih cepat dari yang dibayangkan.
Sumber: Anadolu_OANA