Prabowo Prihatin Kondisi Tepi Barat yang Bisa Ganggu Perdamaian Gaza

waktu baca 2 menit

Amman (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap situasi di Tepi Barat yang dinilai berpotensi menghambat upaya perdamaian di Gaza saat bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman, Amman, Rabu siang.

Prabowo menilai ketegangan di wilayah itu bisa memengaruhi berbagai inisiatif stabilisasi yang sedang dijalankan di Gaza.

"Kami sangat prihatin terhadap masalah yang terjadi di Tepi Barat. Kami merasa bahwa ini dapat mempengaruhi keberhasilan apa pun yang kami coba lakukan di Gaza," ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa kesuksesan upaya diplomatik dan kemanusiaan di Gaza tak lepas dari peran negara-negara yang dekat dengan Palestina.

Karena itu, Indonesia mendorong penguatan koordinasi dan kerja sama dengan Yordania, yang dianggap strategis dalam memantau perkembangan di kawasan.

"Kami berharap kami dapat memiliki kerja sama yang erat karena Anda adalah pihak paling dekat dengan persoalan Gaza," kata Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara kedua negara agar respons terhadap situasi di lapangan bisa dilakukan cepat dan tepat. Indonesia ingin memastikan setiap langkah tetap mengarah pada solusi jangka panjang.

Pertemuan bilateral ini menjadi agenda kenegaraan terakhir di Istana Basman setelah Prabowo dan Raja Abdullah II menggelar pertemuan empat mata sebelumnya.

Pejabat Indonesia yang hadir antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sedangkan pihak Yordania didampingi Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, Menteri Luar Negeri Ayman Safadi, serta pejabat negara dan militer terkait.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka