Program Hapus Tato di Jaksel Jadi Momen Perbaiki Diri Selama Ramadhan

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama Baznas (Bazis) Jakarta Selatan berharap program hapus tato gratis tidak sekadar menjadi layanan kesehatan, tetapi juga momentum hijrah dan memperbaiki diri selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Program yang digelar di Ruang Dirgantara Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis, ini mendapat sambutan antusias masyarakat yang ingin memulai perubahan hidup, baik secara fisik maupun spiritual.

"Penghapusan tato yang rutin dilakukan, karena bertujuan mulia untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar dalam kegiatan hapus tato gratis di Ruang Dirgantara Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut Anwar, keberadaan tato kerap menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang. Karena itu, layanan hapus tato gratis diharapkan membantu masyarakat menjalani Ramadhan dengan lebih nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.

"Diharapkan dengan penghapusan tato mendapatkan hidayah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT," ucapnya.

Koordinator Baznas Bazis Jakarta Selatan Ahmad Kahpi menambahkan, pelaksanaan hapus tato di bulan Ramadhan memiliki nilai spiritual tersendiri. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya bentuk layanan sosial, tetapi juga ladang amal kebaikan.

Dengan memfasilitasi masyarakat yang ingin berubah menjadi pribadi lebih baik, menurut Kahpi, pahala dari kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat berlipat ganda selama bulan suci.

Sebelum tindakan dilakukan, peserta wajib melewati sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan. Mulai dari pengecekan tekanan darah hingga pemeriksaan laboratorium darah untuk memastikan kondisi tubuh aman menjalani prosedur laser.

Kahpi menjelaskan pemeriksaan tersebut penting karena setiap peserta memiliki kondisi kesehatan dan sensitivitas kulit yang berbeda.

"Jika ditemukan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan, dokter dari tim kami akan memberikan arahan dan solusi lebih lanjut. Karena, perlu dipahami bahwa penghapusan tato tidak dapat hilang seketika hanya dengan satu kali tindakan laser, sensitivitas kulit sangat berpengaruh besar," ucap Kahpi.

Salah satu peserta, Budiandry (53), mengaku mengikuti program ini karena merasa tato yang dibuat puluhan tahun lalu sudah tidak memiliki arti lagi baginya.

"Awalnya buat tato itu tahun 1993. Saya ingin memberikan kesan agar terlihat keren. Namun, pada dasarnya dahulu saya juga hanya ikut-ikutan teman saja," katanya.

Baginya, momen Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan diri, bukan hanya secara lahir tetapi juga batin. Ia pun mengapresiasi program yang diinisiasi Baznas (Bazis) Jakarta Selatan tersebut.

Budiandry berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin agar semakin banyak masyarakat mendapat kesempatan untuk berubah.

"Saya mengajak bagi teman-teman yang berminat untuk menghapus tato, terlebih lagi ini gratis, segeralah bergabung jika ada kegiatan seperti ini di waktu yang akan datang," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan menyediakan sebanyak 100 kuota peserta hapus tato gratis selama satu hari. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan lembaga sosial dalam mendukung masyarakat yang ingin memulai perjalanan hidup baru, terutama di momentum Ramadhan.

Baca juga: Baznas Jaksel Sediakan 100 Kuota Peserta untuk Hapus Tato Gratis

Baca juga: Pastikan Kondisi Tubuh Sehat Sebelum Hapus Tato

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka