Spanyol Tegas Menolak Keras Terlibat Menyerang Iran

waktu baca 3 menit

Jenewa (KABARIN) - Pemerintah Spanyol menegaskan sikapnya untuk tidak ikut terseret dalam eskalasi konflik militer di Timur Tengah. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dengan tegas menolak keterlibatan negaranya dalam serangan terhadap Iran dan kembali menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.

Dalam video yang diunggah di platform media sosial X pada Rabu (4/3), Sanchez menegaskan posisi Spanyol yang menurutnya jelas: menolak perang.

Ia menyatakan bahwa Spanyol tidak akan tunduk pada tekanan untuk ikut dalam aksi militer yang berpotensi memperburuk situasi global.

Dalam pernyataannya, Sanchez menegaskan sikap negaranya. “tidak untuk berperang”.

Dia juga mengatakan bahwa Spanyol tidak akan "terlibat" dalam tindakan yang "buruk bagi dunia" hanya karena "takut akan pembalasan".

Meski begitu, Sanchez tetap mengkritik pemerintahan Iran terkait dugaan penindasan terhadap warganya. Namun, ia menilai tindakan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk membalas dengan tindakan yang sama-sama melanggar hukum internasional.

Pernyataan itu merujuk pada serangan “sepihak” yang sedang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, Sanchez juga memastikan bahwa pemerintah Spanyol tengah bekerja untuk melindungi warganya yang berada di wilayah konflik.

Ia mengatakan militer Spanyol saat ini terus bekerja tanpa henti untuk menyiapkan proses evakuasi bagi warga negara Spanyol yang berada di Timur Tengah.

"Kami memiliki keyakinan mutlak pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga, saya katakan, kekuatan moral negara kami dan karena pada saat-saat seperti ini, kami merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol," kata Sanchez menyimpulkan.

Sikap tegas Madrid ini juga membuat hubungan Spanyol dan Amerika Serikat sempat memanas. Salah satu penyebabnya adalah keputusan Spanyol yang menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan militer di wilayahnya sebagai titik operasi serangan terhadap Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares juga sudah menegaskan bahwa pemerintah Spanyol tidak pernah menyetujui kerja sama militer dengan AS terkait konflik tersebut.

Berbicara kepada radio Cadena SER, Albares membantah klaim yang disampaikan oleh pihak Gedung Putih.

"Posisi Pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman di Iran, mengenai penggunaan pangkalan, tidak berubah sedikit pun,” kata Albares.

Pernyataan tersebut muncul setelah Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Spanyol telah sepakat bekerja sama dengan militer AS.

Leavitt mengatakan keputusan itu diambil setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Spanyol.

Trump sebelumnya mengancam akan “memutus semua perdagangan” dengan negara Eropa tersebut jika tidak memberikan dukungan.

Ultimatum itu muncul setelah Madrid melarang penggunaan pangkalan militer di wilayah Spanyol untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

"Sehubungan dengan Spanyol, saya pikir mereka mendengar pesan Presiden (Trump) kemarin dengan jelas dan menurut pemahaman saya, mereka telah setuju untuk bekerja sama dengan militer AS, dan saya tahu bahwa militer AS berkoordinasi dengan rekan-rekan mereka di Spanyol," kata Leavitt.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka