Iran Kerahkan Rudal Haj Qasem dalam Eskalasi Konflik dengan AS dan Israel

waktu baca 2 menit

Teheran (KABARIN) - Iran dilaporkan mulai menggunakan rudal Haj Qasem dalam konflik yang masih berlangsung melawan Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini disampaikan kantor berita Fars yang mengutip pernyataan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Menurut IRGC, rudal tersebut digunakan dalam rangkaian operasi militer terbaru yang menjadi bagian dari tahap lanjutan operasi yang mereka jalankan. Serangan ini menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga wilayah Kurdistan Irak.

Selain itu, serangan juga diarahkan ke beberapa kota di Israel seperti Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh. Penggunaan rudal Haj Qasem dalam operasi ini disebut sebagai yang pertama kali sejak konflik terbaru berlangsung.

Rudal tersebut dikenal sebagai senjata balistik taktis berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Senjata ini sebelumnya pernah digunakan dalam konflik dengan Israel pada 2025.

Aksi militer ini merupakan bagian dari respons Iran atas serangan gabungan yang dilakukan AS dan Israel pada akhir Februari. Serangan tersebut memicu eskalasi besar di kawasan dan diikuti dengan serangkaian balasan dari Iran ke berbagai target militer.

Dalam perkembangan konflik ini, korban jiwa terus bertambah. Iran melaporkan ribuan warganya terdampak, baik meninggal dunia maupun mengalami luka luka.

Di sisi lain, AS dan Israel sebelumnya menyebut operasi awal yang mereka lakukan bertujuan menghadapi ancaman program nuklir Iran. Namun kemudian, tujuan tersebut berkembang menjadi upaya untuk mengganti kepemimpinan yang berkuasa di negara tersebut.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka