Jakarta (KABARIN) - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, tak ingin membuang waktu selama jeda kompetisi BRI Super League 2025/26. Juru taktik asal Belanda itu sudah menyiapkan rencana latihan matang untuk menjaga performa tim tetap on track saat kompetisi kembali bergulir.
Meski begitu, Van Gastel tetap memberi ruang bagi para pemain untuk rehat sejenak. Skuad Laskar Mataram diliburkan selama enam hari dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah, mulai Selasa (17/3) hingga Minggu (22/3).
“Kami terus berlatih selama beberapa hari dan kemudian memberi kesempatan mereka libur enam hari. Kami punya waktu dua minggu bersiap menghadapi laga lawan Dewa United FC,” kata Van Gastel.
Menurutnya, jeda ini bukan sekadar libur biasa. Ada alasan penting di balik keputusan tersebut—yakni menjaga keseimbangan fisik dan mental pemain.
“Saya memberikan libur untuk mereka agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati istirahat karena saya pikir itu penting. Setelah itu, kami mulai lagi menuju hari pertama persiapan melawan Dewa United,” dia menambahkan.
Setelah masa libur selesai, PSIM bakal langsung tancap gas. Fokus utama mereka adalah mempersiapkan diri menghadapi Dewa United FC dalam lanjutan kompetisi.
Menariknya, Van Gastel tidak memberikan aturan ketat soal pola makan selama liburan. Namun, ia menegaskan bahwa tanggung jawab ada di masing-masing pemain.
“Saya memperingatkan mereka untuk kembali ke latihan nanti dalam kondisi yang bugar dan ideal (dengan berat badan proporsional). Saya akan mengambil tindakan tegas jika mereka tidak kembali seperti keinginan saya,” tegasnya.
Di sisi lain, Van Gastel juga memanfaatkan jeda ini untuk mengisi ulang energi. Ia memilih berlibur ke Vietnam bersama keluarganya.
“Secara pribadi saya pergi ke Vietnam. Saya akan pergi untuk liburan bersama keluarga saya,” pungkasnya.
Sumber: ANTARA