Jakarta (KABARIN) - Universitas Indonesia akhirnya buka suara terkait polemik perubahan hasil seleksi jalur Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional (S1 KKI) yang sempat bikin heboh.
Lewat pernyataan resmi, UI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksesuaian tampilan status hasil seleksi yang terjadi pada Selasa (17/3). Masalah ini diketahui muncul tak lama setelah pengumuman dirilis.
Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menjelaskan bahwa error tersebut terjadi karena sistem sempat menampilkan data yang belum final.
"Ketidaksesuaian ini terjadi dalam rentang waktu 40 menit setelah sistem menampilkan data yang belum final," kata Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia mengakui, kejadian ini bisa memicu kebingungan bahkan kekecewaan, terutama bagi para pendaftar yang sempat dinyatakan lolos, tapi kemudian statusnya berubah.
Untuk mengatasi hal tersebut, UI membuka layanan bantuan bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Mereka bisa menghubungi pihak kampus melalui email resmi di sipp@ui.ac.id.
"Saat ini sistem telah kembali normal dan hasil seleksi Talent Scouting Program S1 KKI yang ditampilkan pada laman enrollment.ui.ac.id merupakan hasil seleksi yang final dan resmi, melalui proses yang adil dan transparan," ujarnya.
UI juga memastikan bahwa kesempatan untuk masuk ke kampus tetap terbuka bagi peserta yang belum lolos di jalur ini. Masih ada berbagai jalur lain yang bisa dicoba, mulai dari SNBT (25 Maret–7 April 2026), PPKB (15 Mei–19 Juni 2026), Seleksi Jalur Prestasi (4–30 Mei 2026), hingga SIMAK Sarjana dan Vokasi (8 Mei–5 Juni 2026).
Selain itu, untuk jalur internasional (KKI), tersedia SIMAK KKI Gelombang I (2 Maret–2 April 2026), Gelombang II (4–30 Mei 2026), dan Global Talent KKI (3–16 Juli 2026).
Ke depan, UI berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, baik dari sisi teknis maupun komunikasi.
"UI juga berupaya memberikan pendampingan yang lebih dekat dan informatif, sehingga setiap calon mahasiswa dapat menjalani proses seleksi dengan percaya diri dan penuh harapan menuju pendidikan terbaik," tutur Erwin Agustian Panigoro.
Seperti diketahui, polemik ini bermula saat pengumuman hasil seleksi yang dirilis pukul 21.30 WIB tiba-tiba berubah dalam waktu singkat. Sejumlah peserta yang awalnya dinyatakan lolos mendadak berubah status menjadi tidak diterima, yang kemudian memicu protes dan kebingungan di kalangan calon mahasiswa.
Baca juga: Hasil Seleksi UI Mendadak Berubah, DPR Minta "Talent Scouting" Diusut Tuntas
Sumber: ANTARA