Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS sempat meledakkan sejumlah pesawat lama dalam sebuah operasi di wilayah Iran yang berkaitan dengan upaya penyelamatan pilot mereka.
Dalam keterangannya kepada media, Trump menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari misi setelah adanya insiden jatuhnya pesawat dan upaya evakuasi personel di lapangan.
"Kami meledakkan pesawat-pesawat tua itu. Kami meledakkannya hingga berkeping-keping, karena kami memiliki peralatan di pesawat-pesawat itu yang, jujur saja, ingin kami bawa, tetapi saya rasa tidak ada gunanya menghabiskan empat jam lagi di sana," kata Trump saat konferensi pers.
"Jadi kami tidak menginginkan siapa pun; kami memiliki peralatan terbaik di dunia. Kami tidak ingin siapa pun memeriksa peralatan anti-pesawat dan peralatan kami lainnya," imbuhnya.
Sebelumnya, media di Amerika Serikat melaporkan bahwa operasi besar pencarian dan penyelamatan dilakukan setelah jatuhnya pesawat tempur F-15E Strike Eagle di wilayah Iran. Operasi itu melibatkan puluhan pesawat militer AS yang dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi awaknya.
Dari dua pilot yang berada di pesawat tersebut, satu di antaranya berhasil segera ditemukan. Trump kemudian menyampaikan bahwa pilot kedua juga berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
Menurut Trump, operasi itu berlangsung besar-besaran dengan keterlibatan puluhan unit pesawat militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Ketegangan di wilayah itu sendiri meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Sumber: SPU