Parkir Liar di Kalisari Bikin Resah, Pemkot Jaktim Perkuat Pembinaan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mulai tancap gas merespons keluhan warga soal parkir liar di Jalan Damai RT 02/01, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo. Masalah ini memang sempat viral dan bikin warga sekitar gerah karena mengganggu akses jalan.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, langkah utama yang dilakukan saat ini adalah memperkuat pembinaan ke masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting supaya pelanggaran serupa tidak terus terulang.

"Pembinaan sudah dan terus kita lakukan. Kemarin kita rapatkan seluruh camat dan seluruh suku dinas terkait dalam rangka menindaklanjuti aduan masyarakat," kata Munjirin di Pulogadung, Selasa.

Pembinaan ini melibatkan unsur wilayah dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, agar pesan yang disampaikan bisa langsung sampai ke warga. Intinya, warga diingatkan bahwa jalan adalah fasilitas umum yang harus dijaga bersama, bukan tempat parkir kendaraan.

Di sisi lain, urusan teknis tetap jadi ranah Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub). Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan tidak setengah-setengah.

"Untuk penanganan teknis kita tetap koordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan karena itu memang tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Tapi dari sisi wilayah, kita perkuat pembinaan dan imbauan," jelasnya.

Munjirin berharap, kombinasi antara pembinaan dan respons cepat terhadap aduan warga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan begitu, praktik parkir liar, khususnya di kawasan Kalisari, bisa ditekan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sudinhub Jaktim juga tidak tinggal diam. Mereka kini menyiagakan personel langsung di lokasi untuk mencegah kendaraan parkir sembarangan.

"Kita sedang monitoring Jalan Damai terkait parkir liar yang viral. Kita lakukan penjagaan guna menghalau kendaraan yang parkir. Ini sudah berulang kali terjadi," kata petugas Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Pasar Rebo, Yogi.

Petugas difokuskan untuk berjaga di titik rawan, terutama karena lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat. Selain itu, keberadaan bengkel di sekitar lokasi juga jadi salah satu pemicu kendaraan parkir di bahu jalan, yang akhirnya mengganggu akses keluar masuk warga.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka