Beruang Serang 238 Orang di Jepang pada Tahun 2025, 13 Tewas

waktu baca 2 menit

Tokyo (KABARIN) - Kasus serangan beruang di Jepang melonjak tajam dan mencetak rekor baru pada tahun fiskal 2025 yang berakhir bulan lalu. Pemerintah setempat mencatat total 238 orang menjadi korban, baik terluka maupun tewas, dengan 13 di antaranya meninggal dunia.

Data awal dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menunjukkan angka ini melampaui rekor sebelumnya pada tahun fiskal 2023, yang mencatat 219 korban dengan enam kematian.

Lonjakan ini jadi sinyal makin seringnya interaksi antara manusia dan satwa liar, khususnya beruang, di berbagai wilayah Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan lingkungan dan pergeseran habitat diduga jadi salah satu penyebab meningkatnya konflik ini.

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Jepang di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi langsung mengambil langkah. Pada November 2025, mereka merevisi kebijakan penanggulangan serangan beruang agar penanganannya lebih efektif.

Salah satu kebijakan baru adalah pemberian subsidi untuk pemburu berlisensi yang ditunjuk sebagai petugas publik. Mereka akan dilibatkan langsung dalam menangani ancaman dari satwa liar di daerah rawan.

Langkah ini diharapkan bisa mempercepat respons di lapangan, terutama di wilayah yang sering terjadi konflik antara manusia dan beruang.

Selain itu, pemerintah juga mendorong koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola populasi beruang.

Pada Maret lalu, pemerintah pusat bahkan telah menyusun peta jalan khusus. Isinya mencakup target penangkapan beruang di tiap wilayah serta berbagai langkah mitigasi lainnya untuk mengurangi risiko serangan.

Melalui berbagai upaya ini, Jepang berharap bisa menekan angka konflik antara manusia dan beruang yang kini semakin meningkat.

Sumber: KYO

Bagikan

Mungkin Kamu Suka