Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Filipina menjatuhkan hukuman pada sopir taksi yang meminta tarif terlalu mahal ke Soobin TXT ketika berkunjung ke Cebu.
Melalui sebuah video bergaya vlog liburan yang diunggah ke saluran Youtube resmi Tomorrow X Together, Soobin dan temannya merekam percakapan dengan seorang sopir taksi yang terus menaikkan tarif secara sembarangan.
Menurut siaran Korea Joongang Daily pada Senin (6/4), video tersebut telah ditonton lebih dari 510.205 kali hingga Senin.
Soobin dan temannya menghitung bahwa tarif taksi mereka adalah 300 peso atau sekitar Rp85.196. Namun di bandara, mereka setuju untuk naik taksi seharga 500 peso atau sekitar Rp141.994 sesuai permintaan sopir.
Sopir kemudian kembali menaikkan tarif menjadi 1.000 peso atau sekitar Rp283.988. Soobin pun berkata bahwa tarif yang disepakati adalah 500 peso.
Pengemudi dan kedua penumpang tersebut akhirnya menyepakati tarif 500 peso setelah terjadi perselisihan.
Setelah media lokal Filipina melaporkan apa yang ditunjukkan dalam video Soobin, otoritas transportasi negara bagian Manila segera mengambil tindakan korektif.
Jumat lalu, Badan Pengaturan dan Perizinan Transportasi Darat di bawah Departemen Transportasi Filipina memerintahkan pengemudi taksi untuk segera mengembalikan SIM dan plat nomor kendaraannya.
Badan tersebut juga melarang pengemudi tersebut untuk menjalankan bisnisnya selama 30 hari sebagai penangguhan sementara.
Otoritas tersebut mengatakan bahwa pengemudi taksi tersebut mengenakan tarif yang berlebihan dan sengaja tidak menggunakan argo selama perjalanan, dan mencatat bahwa perilaku tersebut telah merusak reputasi internasional Filipina.
Pemerintah Filipina pun saat ini sedang meninjau langkah-langkah untuk menjatuhkan hukuman pidana dan menyita kendaraan berdasarkan hasil investigasi.
Sumber: Korea Joongang Daily