Lebanon Minta Bantuan ke Pakistan Buat Hentikan Serangan Israel

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Situasi di Timur Tengah lagi panas-panasnya, dan kali ini Lebanon terang-terangan minta bantuan ke Pakistan buat meredam konflik yang makin memanas dengan Israel. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam bahkan langsung angkat telepon ke Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif buat nyari dukungan.

Menurut pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Lebanon pada Kamis, pembicaraan dua pemimpin itu fokus ke satu hal: gimana caranya menghentikan serangan Israel yang terus menghantam Beirut dan wilayah sipil lainnya.

"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," bunyi pernyataan tersebut.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Pakistan lagi jadi “pemain penting” di tengah upaya diplomasi kawasan, terutama setelah sukses jadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran. Bahkan, berkat peran Pakistan, Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Efeknya lumayan signifikan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Selat Hormuz (jalur vital yang dilewati sekitar 20 persen pasokan energi dunia) bakal dibuka lagi sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Buat pasar global, ini kabar gede karena Selat Hormuz sering jadi titik panas yang bisa bikin harga minyak naik drastis.

Tapi masalahnya, kesepakatan antara AS dan Iran itu ternyata nggak otomatis bikin situasi di Lebanon ikut adem. Di hari yang sama saat kabar gencatan senjata muncul, Israel justru meningkatkan serangan ke wilayah Lebanon selatan. Targetnya nggak main-main, belasan permukiman, termasuk kota besar seperti Tyre.

Donald Trump sendiri sudah bilang kalau penghentian serangan Israel di Lebanon nggak termasuk dalam deal dengan Iran. Alasannya: ada faktor Hizbullah, kelompok bersenjata di Lebanon yang selama ini punya hubungan kuat dengan Iran.

Di sisi lain, Iran melihat hal ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sudah mereka sepakati dengan Washington. Artinya, meski ada “pause” di satu front, konflik di front lain tetap jalan terus.

Di tengah kondisi yang serba rumit ini, langkah Lebanon mendekati Pakistan bisa dibilang cukup strategis. Mereka berharap Islamabad bisa memainkan peran yang sama seperti saat menengahi AS dan Iran, jadi jembatan buat meredakan konflik yang makin liar.

Namun, satu hal yang jelas, konflik ini belum mendekati titik akhir. Justru makin banyak pihak yang terseret, makin kompleks juga jalan keluarnya. Buat warga sipil di Lebanon, ini bukan lagi soal geopolitik, tapi soal bertahan hidup di tengah hujan serangan.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka