Oman dan Iran Bahas Kebebasan Navigasi Selat Hormuz

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Oman dan Iran menggelar pembicaraan mengenai prinsip kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai hukum internasional.

Diskusi ini berlangsung dalam pertemuan di Muscat pada Minggu (24/5), menurut Kementerian Luar Negeri Oman.

Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi.

Dalam kesempatan itu, delegasi Iran disebut juga menyampaikan pesan terkait perkembangan kawasan serta perundingan Iran-Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan.

Kedua pihak kemudian melanjutkan pembahasan lebih luas mengenai prinsip-prinsip pengaturan kebebasan navigasi, termasuk upaya memastikan keamanan pelayaran, perdagangan, dan rantai pasok global di kawasan strategis tersebut.

Selain itu, kedua negara juga membahas langkah untuk memulihkan aktivitas pelayaran secara aman dan berkelanjutan di Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting distribusi energi dunia.

Di sisi lain, kantor berita Tasnim News Agency melaporkan bahwa rancangan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran juga mencakup isu lebih luas, termasuk penghentian konflik di berbagai front serta potensi pelonggaran sanksi minyak terhadap Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa jika kesepakatan tercapai, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan dipulihkan secara bertahap ke tingkat sebelum konflik dalam jangka waktu sekitar 30 hari, meski tetap berada dalam kerangka pengaturan baru.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan hanya menunggu finalisasi, setelah adanya peran mediasi dari Pakistan dalam proses diplomatik tersebut.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka