Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyoroti langkah Iran di tengah situasi geopolitik yang masih panas. Kali ini, Trump menyinggung laporan yang menyebut Teheran menarik pungutan dari kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz—jalur penting bagi distribusi energi dunia.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump secara langsung meminta Iran untuk menghentikan praktik tersebut.
"Ada laporan bahwa Iran mengenakan biaya kepada kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukan itu dan, jika mereka melakukannya, sebaiknya hentikan sekarang!" tulis Trump.
Pernyataan ini muncul tidak lama setelah adanya perkembangan soal hubungan AS dan Iran. Pada Selasa (7/4) malam, Trump mengungkap bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan. Dalam kesepakatan itu, Iran juga disebut setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang selama ini jadi jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan energi global.
Langkah lanjutan dari kesepakatan ini juga sudah mulai disiapkan. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa pembicaraan resmi dengan AS akan digelar pada Jumat di Islamabad, Pakistan. Pertemuan ini diprediksi bakal jadi momen penting untuk menentukan arah hubungan kedua negara ke depan.
Namun, di tengah upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, konflik di kawasan belum sepenuhnya mereda. Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan adanya keterlibatan kelompok Hizbullah.
Di sisi lain, Iran melihat situasi ini berbeda. Teheran menilai serangan Israel tersebut justru melanggar gencatan senjata yang telah disepakati bersama AS.
Dengan dinamika yang terus bergerak cepat, isu pungutan di Selat Hormuz jadi satu dari sekian banyak titik sensitif yang bisa mempengaruhi stabilitas kawasan. Buat kamu yang ngikutin isu global, perkembangan ini jelas patut dipantau karena dampaknya bisa sampai ke harga energi dunia.
Sumber: Sputnik_OANA