Oto

Ini Alasan Kenapa Ban EV dan Mobil Biasa Didesain Berbeda

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Ban kendaraan listrik (EV) dan mobil konvensional dirancang dengan karakteristik berbeda untuk memenuhi kebutuhan performa yang tidak sama.

Perbedaan bobot, torsi instan, hingga tingkat kebisingan membuat ban EV harus mampu menahan beban lebih besar, memberikan cengkeraman optimal, sekaligus meredam suara. Sementara itu, ban mobil berbahan bakar konvensional lebih berfokus pada efisiensi bahan bakar serta daya tahan di berbagai kondisi jalan.

National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa mobil listrik membutuhkan ban khusus atau EV-exclusive tire yang dirancang untuk mengakomodasi bobot kendaraan yang lebih berat serta torsi instan yang tinggi.

"Ketika melakukan pergantian ban, konsumen tentu ingin ban awet untuk jangka panjang. Ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik (EV-specialized) telah dikembangkan sesuai dengan karakteristik kendaraannya," kata Apriyanto Yuwono dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

"Struktur ban ini umumnya lebih kuat dan mampu menahan torsi instan dari akselerasi kendaraan listrik sehingga umur pakainya lebih panjang sesuai standar yang ditetapkan," kata dia.

Di sisi lain, penggunaan ban mobil konvensional pada EV kerap dilakukan untuk menekan biaya. Namun, langkah tersebut justru berdampak pada penurunan performa, meningkatkan rolling resistance, serta membuat konsumsi daya baterai lebih besar sehingga jarak tempuh tidak maksimal.

Karakteristik kendaraan listrik yang lebih berat juga membuat ban standar atau internal combustion engine (ICE) memiliki umur pakai lebih pendek ketika digunakan pada EV. Oleh karena itu, Apriyanto mengimbau penggunaan ban yang tepat guna meminimalkan keausan sekaligus memperpanjang usia pakai.

"Penggunaan ban khusus mobil listrik dapat memberikan jarak tempuh yang lebih maksimal dan meminimalisir frekuensi penggantian ban," kata Apriyanto Yuwono.

Apriyanto menambahkan, ban mobil listrik umumnya dilengkapi teknologi peredam suara untuk menjaga kabin tetap senyap, mengingat karakter mesin EV yang minim suara. Teknologi ini menggunakan busa khusus di dalam ban, seperti yang diterapkan pada lini ban EV Hankook, termasuk produk iON evo AS.

Sebaliknya, penggunaan ban yang tidak sesuai dapat memunculkan kebisingan akibat gesekan antara ban dan permukaan jalan.

Secara umum, terdapat empat perbedaan utama ban EV dan ban mobil konvensional berdasarkan kebutuhannya:

1. Jarak tempuh lebih jauh
Ban EV dengan fitur iON dilengkapi teknologi i-Super Mileage dengan material ProDurable sehingga lebih tahan lama menghadapi bobot dan torsi besar. Teknologi Round Even membantu mendistribusikan tekanan secara merata.

2. Keheningan kabin
Teknologi i-Sound Absorber, desain tapak berbasis Opti Pitch, serta Quiet Flex Technology mampu meredam kebisingan hingga 9 dB, sehingga pengalaman berkendara terasa hingga 29 persen lebih senyap.

3. Daya cengkeram kuat
Melalui teknologi i-Perfect Grip, ban mampu menyesuaikan torsi instan dan meningkatkan kontrol kendaraan. Teknologi ini juga telah lolos uji TÜV SÜD pada 2024, dengan performa unggul di jalan basah dan kering.

4. Efisiensi daya baterai
Teknologi i-Extreme Lightness pada ban iON membuat ban lebih ringan saat berputar, sehingga membantu menekan rolling resistance dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi baterai.

Selain pemilihan ban yang tepat, menjaga performa kendaraan listrik juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti rutin memeriksa tekanan angin, melakukan rotasi ban secara berkala, serta menghindari akselerasi berlebihan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka