Jamaah Naqsyabandiyah Padang Rayakan Idul Adha Lebih Dulu

waktu baca 2 menit

Padang (KABARIN) - Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, sudah lebih dulu melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah pada Selasa pagi. Pelaksanaan ini berlangsung di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, satu hari lebih cepat dibanding jadwal Idul Adha yang ditetapkan pemerintah pada Rabu (27/5).

"Dari perhitungan kami, Hari Raya Lebaran Haji jatuh hari ini dan itu sudah kami hitung dari awal Ramadhan," kata pengurus Mushalla Surau Baru, Zahar, di Kota Padang, Selasa.

Zahar menjelaskan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah memiliki metode perhitungan tersendiri dalam menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, hingga Idul Adha.

Menurutnya, perbedaan waktu pelaksanaan hari raya bukan hal baru dan tidak perlu diperdebatkan. Bagi jamaah, yang paling penting adalah tujuan ibadah dan amalan yang dilakukan kepada Tuhan.

"Tidak apa-apa ada perbedaan yang penting tujuannya sama," ujar dia.

Tradisi ini juga sudah berlangsung sangat lama. Zahar menyebut sejak mushalla tersebut berdiri pada 1910, jamaah yang datang untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri maupun Idul Adha tidak hanya berasal dari Kecamatan Pauh, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Sumatera Barat.

Salah seorang jamaah, Juni, mengaku dirinya sudah mengikuti pelaksanaan shalat hari raya di mushalla tersebut sejak kecil bersama keluarganya.

Meski jadwal pelaksanaannya berbeda dengan pemerintah, ia menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa.

"Saya sudah sejak kecil diajak orang tua untuk shalat di sini terutama Idul Adha dan Idul Fitri," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin (18/5), sehingga Hari Raya Idul Adha diperingati pada Rabu (27/5).

Sementara itu, Muhammadiyah melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menetapkan Idul Adha jatuh pada Rabu (27/5), dengan Hari Arafah berlangsung pada Selasa (26/5).

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka