Ternate (KABARIN) - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Jumat (10/4) pagi. Gunung ini erupsi dan memuntahkan abu vulkanik hingga mencapai ketinggian 1.200 meter di atas puncak.
"Erupsi tadi sekitar pukul 08.09 WIT dengan tinggi kolom abu teramati hingga 1.200 meter di atas puncak," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Ternate, Jumat.
Menurut Bambang, kolom abu yang keluar terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal. Arah sebarannya condong ke timur laut, mengikuti arah angin saat erupsi terjadi.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 68.02 detik dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela," ungkapnya.
Meski aktivitasnya disebut mulai menunjukkan tren penurunan, frekuensi letusan Gunung Dukono masih tergolong tinggi. Karena itu, status gunung dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut ini masih berada di Level II atau Waspada.
"Saat ini status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu masih berada pada Level II atau Waspada," ujarnya.
Pihak berwenang mengingatkan warga sekitar maupun pengunjung untuk tidak mendekat ke area kawah. Radius aman yang ditetapkan sejauh 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Bambang juga mengingatkan bahwa abu vulkanik bisa tersebar ke berbagai arah, tergantung kondisi angin, sehingga area terdampaknya bisa berubah-ubah.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," harapnya.
Sebagai langkah antisipasi, warga di sekitar Gunung Dukono diminta selalu siap dengan masker untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik.
Sumber: ANTARA